// <![CDATA[PERBANDINGAN DISTRIBUSI POTENSIAL DAN MEDAN LISTRIK UNTUK LONG ROD POLYMER COMPACT INSULATOR DENGAN PORCELAIN INSULATOR PIRINGAN KONVENSIONAL PADA TRANSMISI TEGANGAN TINGGI 70 KV BERBASIS FEM]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 AHMAD AFIF/112016074 Penulis
Pembangunan untuk saluran distribusi listrik terus dituntut untuk semakin efisien sebagai solusi untuk penyempitan lahan yang terjadi, salah satu faktor dalam efisiensi tersebut yaitu penggunaan compact line insulator sebagai alternatif untuk keterbatasan lahan yang terjadi. Insulator merupakan peralatan listrik yang digunakan sebagai penyekat atau mengisolasi antara penghantar yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan/ground. Namun dalam penerapannya, compact line insulator ini sedikit digunakan di wilayah indonesia, padahal dengan beberapa keunggulan sistem compact line insulator dapat mengurangi dimensi ruang yang digunakan untuk sistem transmisi distribusi listrik. Penelitian kali ini bertujuan untuk mendapatkan hasil perbandingan distribusi potensial listrik dan medan listrik antara compact line insulator dengan porcelain insulator piringan konvesional melalui simulasi berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan software COMSOL Multiphysics. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan sistem compact pada insulator dapat mengurangi kemungkinan jarak lompat listrik pada konduktor yang berdekatan, berbeda dengan menggunakan insulator porcelain konvensional dimana kita menggunakan konduktor sebagai tambahan penyangga pada gantungan insulator. Insulator compact cross arm 45o yang memiliki creepage distance terpanjang dapat mendistribusikan stress medan listrik dengan baik ke sepanjang permukaannya sehingga medan listrik yang terdistribusi di sepanjang shed-nya rata-rata hanya sebesar 0,4 kV/cm. Sedangkan insulator porcelain dengan creepage distance yang jauh lebih pendek mendistribusikan medan listrik di sepanjang shed-nya rata-rata hingga sebesar 0,8 kV/cm.