// <![CDATA[INVESTIGASI PENGARUH SINAR ULTRAVIOLET TERHADAP ARUS BOCOR PADA ISOLATOR RESIN EPOXY DAN GLASS]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 ANDRI SEWAGETRA/112017058 Penulis
Sebuah sistem tenaga listrik dapat terus berjalan dengan baik jika segala hal dalam sistem tenaga di mulai dan terus di jaga sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan dengan ketentuan yang ada. Hal ini tentunya berkaitan dengan pentingnya untuk menjaga dan menjamin keandalan suatu isolator dalam sistem tenaga listrik. Jika sebuah isolator tidak dapat bekerja dengan baik atau bekerja maksimal, hal ini dapat menimbulkan kegagalan isolasi seperti arus bocor yang mengakibatkan akan terganggunya kinerja sistem penyaluran tenaga listrik dan dapat menyebabkan kerusakan alat sehingga continuitas sistem menjadi terganggu. Beberapa faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya hujan, dan sinar lampu UV dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kinerja isolator. Pada penelitian ini penulis mengunakan isolator Glass dan Resin Epoxy untuk melihat kinerja dari masing-masing isolator dengan sumber tengangan 7,5 Kv selama 35 hari dengan pengambil data 8 kali untuk setiap 1 harinya (Per 3 jam) dengan parameter lingkungan yang sudah ditentukan. Kemudian menganalisis data menggunakan metode regresi, kovariansi, korelasi, PCA dan Boxplot. Hasil pengujian menunjukan bahwa suhu dan kelembaban memiliki pengaruh terhadap nilai arus bocor untuk kedua jenis isolator ini, dengan nilai untuk isolator resin epoxy non UV pada jam 0:00 dan 12:00 yaitu 7,6 μA & 6 μA dan resin epoxy terpapar UV pada waktu bersamaan jam 0:00 dan 12:00 dengan nilai arus bocor 6,8 μA & 4,2 μA. Meskipun dilakukan diwaktu bersamaan tetapi tetap terjadi perbedaan nilai arus bocor yang signifikan dikarenakan pengaruh lingkungan yang berbeda dan mempengaruhi daripada isolator itu sendiri. Begitu juga dengan isolator glass yang memiliki nilai cukup jauh berbeda. Untuk isolator glass non UV pada jam 12:00 dan 21:00 yaitu 13,6 μA & 12,8 μA dan glass terpapar UV pada waktu bersamaan jam 12:00 dan 21:00 dengan nilai arus bocor 14 μA & 13,6 μA. Tentunya hal itu juga dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu sekitar yang berbeda. Dan jika dilihat mana yang jauh lebih baik antara kedua jenis isolator ini terhadap ketahanan untuk arus bocor adalah isolator glass, dikarenakan nilai arus bocor pada isolator ini tidak signifikan dalam perubahanya.