// <![CDATA[USULAN PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK SUSU UHT DENGAN KENDALA ANGGARAN TERBATAS (Studi Kasus di PT. INDUSTRI SUSU ALAM MURNI (PT. ISAM) BANDUNG)]]> Fifi Herni, ST., MT Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 RINI ARDIANINGSIH / 132000067 Penulis
PT. INDUSTRl SUSU ALAM MURNI (PT. lSAM) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemasaran susu. Komoditi usaha PT. ISAM terdiri atas tiga (3) jenis produk yaitu susu pasteurisasi, Susu UHT (Ultra High Temperature), dan yoghurt. Pengendalian persediaan bahan baku produk susu UHT yang masih berdasarkan intuisi dari pihak manajemen dan adanya kendala anggaran yang terbatas menyebabkan pemesanan bahan baku menjadi tidak optimal, sebingga kelancaran jalannya proses produksi pun menjadi terhambat. Pengendalian persediaan dari 31 item bahan baku Produk Susu UHT difokuskan pada item bahan baku kritis dengan menggunakan Metode ABC dan terpilih sembilan item kelas A, yaitu Bubuk Coklat, Susu Segar, Kemasan Emas Coklat, Gula, Citric Acid (99%), Kemasan fruit Milk Apple, Dus Emas Coklat, Kemasan Fruit Milk Orange, dan Stabiliser/Recodan. Model pengendalian persediaan dilakukan berdasarkan Hadley-Within (1963) dengan kendala anggaran terrbatas. Ongkos sistem persediaan yang dilibatkan terdiri dari ongkos pengadaan, ongkos pembelian bahan baku, ongkos simpan, dan ongkos kekurangan persediaan. Tahap awal proses perhitungan menggunakan model persediaan tanpa kendala anggaran, dan diperoleh bahwa investasi anggaran tahunan adalah sebesar Rp 13,572,485,200.00, sehingga kendala dinyatakan aktif karena besarnya anggaran tidak mencukupi dari besarnya anggaran tahunan yang diberikan oleh perusahaan sebesar Rp 13,538,350,000.00. Tabap selanjutnya yaitu melakukan perhitungan dengan menggunakan model persediaan dengan kendala anggaran terbatas. Melalui perhitungan Technical Langrange dengan tetha (θ) 0.02, 0.025, 0.03, 0.04, dan 0.05. sehingga terpilih tetha (θ) 0.02 dengan investasi anggaran tahunannya sebesar Rp 15,536,820,800.00 dengan solusi anggaran yang paling mendekati dan mencukupi dari anggaran tahunan yang disediakan oleh perusahaan. Hasil perhitungan menghasilkan lot size untuk Bubuk Coklat sebesar 150 kg dan reorder point 814 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 108 kali, lot size untuk susu segar sebesar 4,890 kg dan reorder point 19,314 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 288 kali Iot size untuk Kemasan Emas Coklat sebesar 6 reel dan reorder point 34 reel dengan frekuensi emesanan sebanyak 175 kali, lot size untuk Gula sebesar 2,125 kg dan reorder point 15,060 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 156 kali, lot size untuk Citric Acid (99%) sebesar 36 kg dan reorder point 127 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 90 kali, lot size untuk Kemasan Fruit Milk Apple sebesar 4 reel dan reorder point 3 reel dengan frekuensi pemesanan sebanyak 88 kali, lot size untuk Dus Emas Coklat sebesar 2,542 carton dan reorder point 12, 101 carton dengan frekuensi pemesanan sebanyak 114 kali, lol size untuk Kemasan fruit Milk Orange sebesar 3 reel dan reorder point 9 reel dengan frekuensi pemesanan sebanyak I 12 kali, dan lot size untuk Recodan sebesar 54 kg dan reorder point 141 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 75 kali.