PENINGKATAN KUALITAS LAYA AN PASOKAN ENERGI LISTRIK MELALUI METODA SIX SIGMA (Studi Kasus di PT.PLN Bandung Selatan)
PT. PLN sebagai industri usaha pemerintah merupakan perusahaan listrik satu-satunya di Indonesia. Untuk menjaga reputasi PT. PLN harus selalu melakukan perbaikan secara terus-menerus untuk dapat meningkatkan perfonnansi layanan produknya, yaitu dengan cara mengupayakan peningkatan kualitas layanan produknya. Berdasarkan data historis dan juga hasil wawancara dengan pihak perusahan salah satu pennasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. PLN adalah tingginya tingkat keluhan pelanggan yang mengalami padamnya listrik ditempat tinggalnya akibat adanya kerusakan pada komponen listrik. Adanya kerusakan komponen listrik yang menyebabkan padamnya listrik ditempat tinggal pelanggan ini harus segera diatasi supaya tidak mengakibatkan kerugian yang besar bagi pihak perusahaan dan pelanggan.
Untuk meminimasi tingginya tingkat keluhan pelanggan yang mengalami padamnya listrik ditempat tinggalnya, maka diperlukan suatu alat pengendalian kualitas yang mampu meminimasi jumlah komponen listrik yang rusak sehingga pasokan listrik pada rumah pelanggan tidak terganggu. Salah satu alat pengendaltan kualitas yang mampu mengatasi permasalahan tersebut adalah metode penmgkatan kuahtas Six Sigma. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah ''Meningkatan kapabilitas proses atau kualitas layanan pasokan energi listrik bagi pelanggan".
Penentuan karakteristik cacat yang paling kristis pada penelitian im dilakukan berdasarkan total biaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh adanya cacat produk, yaitu biaya penggantian komponen yang rusak dan biaya kesempatan yang hilang. Berdasarkan pada sub bab Menentukan Karakteristik Kualiitas Kritis/Criticall to Qualtly (CTQ) dapat diketahui bahwa jumlah cacat berdasarkan total biaya dan kerugian terbesar adalah PA Rusak. Cacat produk ini memberikan kerugian pada perusahaan sebesar Rp 1.856.656,00
Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Six Sigma, tingginya jumlah cacat PA Rusak semakin berkurang. Terbukti dengan adanya penerunan nilai DPMO serta peningkatan Level Sigma, seperti dalam Tabcl berikut ini.
Dengan demikian, metode Six Sigma merupakan salah satu alat pengendalian kualitas yang mampu meminimasi jumlah cacat. Dimana dalam penelitian ini terbukti dengan meningkatnya nilai level sigma serta menurunnya nilai DPMO.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PENINGKATAN KUALITAS LAYA AN PASOKAN ENERGI LISTRIK MELALUI METODA SIX SIGMA (Studi Kasus di PT.PLN Bandung Selatan) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENINGKATAN KUALITAS LAYA AN PASOKAN ENERGI LISTRIK MELALUI METODA SIX SIGMA (Studi Kasus di PT.PLN Bandung Selatan) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PENINGKATAN KUALITAS LAYA AN PASOKAN ENERGI LISTRIK MELALUI METODA SIX SIGMA (Studi Kasus di PT.PLN Bandung Selatan) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PENINGKATAN KUALITAS LAYA AN PASOKAN ENERGI LISTRIK MELALUI METODA SIX SIGMA (Studi Kasus di PT.PLN Bandung Selatan) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text