IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEMBEDA ANTARA DOSEN BERPERFORMANSI SUPERIOR DAN AVERAGE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR (Studi Kasus di Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS)
Institut Teknologi Nasional (ITENAS) khususnya Jurusan Teknik dan Manajemen Industri, saat ini sedang menjalankan program pengembangan teknik dan kemampuan secara profesional atau disebut juga Technological and Professional Skills Development Sector Project (TPSDP). Program tersebut memiliki sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS. Keinginan untuk mencapai sasaran tersebut melahirkan tuntutan baru akan 'kemampuan' dosen, karena dosen merupakan salah satu komponen penting dalam civitas academica pada suatu institusi perguruan tinggi.
Standar pemenuhan ini menuntut adanya suatu acuan yang baru yang dapat menjadi prediktor kemampuan dosen dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat). Tugas pokok dosen yang difokuskan dalam penelitian ini adalah dosen sebagai pengajar. Untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dosen sebagai pengajar, perlu diketahui dahulu kondisi kompetensi dosen pada saat sekarang yang tercermin melalui performansinya (aktivitas perilakunya saat mengajar). Melalui pengelompokkan perfonnansi dosen, maka dapat dilihat kompetensi yang membedakan perfonnansi superior dan performansi average.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi yang dapat membedakan dosen yang memiliki performansi kerja superior dan average dalam mengajar. Model kompetensi yang digunakan berasal dari Spencer & Spencer (1993), dosen yang akan diukur kompetensinya adalah dosen Jurusan Teknik dan Manajemen lndustri, ITENAS dengan karakteristik statusnya aktif mengajar pada saat dilakukannya penelitian dan mengajar mata kuliah pada semester ganjil tahun ajaran 2004/2005. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah Metode Analisis Diskriminan Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara terhadap responden, yaitu mahasiswa Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS yang presentasi kehadiran kuliahnya ≥80%.
Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kompetensi yang membedakan performansi kerja dosen superior dan performansi kerja dosen average adalah IMP2 (Pengaruh Strategis), EXP2, EXP3 dan EXP4 (Keahlian teknikal/professional/manajerial), SCTl (Pengendalian diri/kontrol diri), FLX2 (Kemampuan untuk beradaptasi) dan OCI (Visi/komitmen organisasi).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEMBEDA ANTARA DOSEN BERPERFORMANSI SUPERIOR DAN AVERAGE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR (Studi Kasus di Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEMBEDA ANTARA DOSEN BERPERFORMANSI SUPERIOR DAN AVERAGE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR (Studi Kasus di Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEMBEDA ANTARA DOSEN BERPERFORMANSI SUPERIOR DAN AVERAGE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR (Studi Kasus di Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI KOMPETENSI PEMBEDA ANTARA DOSEN BERPERFORMANSI SUPERIOR DAN AVERAGE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR (Studi Kasus di Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text