// <![CDATA[PERANGKAT PENDUKUNG ESTIMASI WAKTU PEMESINAN BERDASARKAN KONSEP MATERIAL REMOVAL RATE (Studi Kasus Di PT. Pelita Sebat Abadi)]]> Cahyadi Nugraha, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 K. DHANI DARMAWAN / 13-2000-103 Penulis
Waktu manufaktur adalah waktu antara kedatangan material yang dibutuhkan dan waktu penyelesaian prosesnya. Waktu manufaktur terdiri dari waktu perancangan, waktumfabrikasi, dan waktu perakitan. Dengan diketahuinya waktu manufaktur maka dapat ditentukan waktu selesai pesanan. Lamanya waktu manufaktur, khususnya waktu fabrikasi atau waktu pemesinan, perlu diperkirakan sebelum batas akhir saat konfirmasi pesanan. Proses perkiraan tersebut dilakukan dengan teknik estimasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang suatu perangkat pendukung yang dapat mengestimasi lamanya waktu pemesinan dari suatu komponen yang akan diproses. Estimasi dilakukan ketika pihak perusahaan melakukan perencanaan proses dari pesanan yang datang. Lamanya waktu yang diestimasi merupakan nilai untuk menyatakan waktu penyelesaian pesanan pada saat merespon konsumen. Konsep yang digunakan untuk mengestimasi lamanya waktu pemesinan adalah material removal rate (MRR). MRR yakni kecepatan penghilangan volwne benda kerja. Lamanya waktu pemesinan diperoleh dengan cara membagi nilai volume removed dengan nilai material removal rate (MRR) dari setiap proses pemesinan konvensional. Nilai volume removed ditentukan berdasarkan besarnya volume material yang terbuang dari setiap fitur pemesinan yang diidentifikasi. Sedangkan nilai material removal rate didapat dari persamaan MRR untuk setiap proses pemesinan (turning, milling, dan drilling). Perancangan perangkat pendukung estimasi waktu pemesinan terdiri dari tahap identifikasi operasi pemesinan yang akan dilakukan untuk komponen yang akan dikerjakan pada proses pemesinan, tahap identifikasi parameter-parameter yang harus diperhitungkan dalam estimasi waktu pemesinan, dan tahap estimasi waktu pemesinan. Dalam proses perhitungan waktu pemesinan, dibutuhkan sejumlah data, seperti: data gambar teknik dan data rencana proses. Aliran data tersebut masuk dan keluar dari sistem perangkat lunak dan mengalami serangkaian proses dari input menjadi output. Dari aliran tersebut, dilakukan perancangan form yang diperlukan dalam perangkat lunak. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototype. Output dari perangkat lunak adalah lembar rencana proses, yang berfungsi sebagai dokumentasi dan kerangka dalam melakukan perencanaan proses. Perangkat lunak yang telah dikembangkan kemudian diuji dengan 2 komponen dari produk yang dihasilkan oleh PT. Pelita Sehat Abadi. Komponen-komponen tersebut adalah plate dan bracket. Plate merupakan komponeo yang hanya tersusun dari 1 bagian, fitur penyusunnya yakni through bore dan operasi pemesinannya adalah bore mill. Sedangkan bracket merupakan komponen yang tersusun dari 3 bagian yang terpisah. Bagian 1 dan 3, fitur penyusunnya adalah: side, tap, dan through bore dengan operasi pemesinannya adalah: flat end mill, drill & tap, dan bore mill. Sedangkan bagian 2, fitur penyusunnya adalah: side dan through bore dengan operasi pemesinannya adalah: flat end mill dan bore mill. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa petangkat lunak yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengestimasi waktu pemesinan suatu komponen nyata.