PENENTUAN JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN TINGKAT ASPIRASI ( Studi Kasus di Gerbang Tol Keluar Pasteur)
Mengamati fenomena yang terjadi di Gardu Tol Keluar Pasteur, dapat dilihat bahwa antrian yang sangat panjang tetjadi pada jam-jam sibuk (peak time). Antrian yang terjadi dapat disebabkan oleh adanya pengalokasian gardu yang kurang tepat dalam pengoperasiannya. Sehingga nantinya antrian yang terjadi akan menyebabkan waktu menunggu yang cukup lama bagi pelanggan dan kurangnya waktu istirahat bagi petugas tol untuk melepas rasa lelah. Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah tersebut maka dilakukan suatu penentuan jumlah Gardu Tol Keluar Pasteur yang optimal dengan menggunakan Model Antrian Tingkat Aspirasi.
Dalam melakukan pemecahan masalah dengan model antrian ini perlu dilakukan suatu langkah-langkah tertentu untuk dapat mencapai hasil yang optimal. Penentuan pola distribusi frekuensi adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah ini. Hal ini berguna untuk mengetahui pola distribusi bagi waktu kedatangan dan pola distribusi bagi waktu pelayanan. Kemudian untuk mengetahui waktu menunggu (Ws) dan panjang antrian (Ls) bagi
masing-masing jumlah gardu yang dibuka, maka dilakukan perlutungan variabel-variabel antrian. Berdasarkan penentuan pola distribusi maka dapat diketahui bahwa pola kedatangan berdistribusi poisson dan pola waktu pelayanan berdistribnsi eksponensial. Selanjutnya diikuti dengan perhitungan jumlah gardu minimum yang harus disediakan dengan menggunakan model antrian (M/M/s:FCFS/~/~). Dari perhitungan didapatkan nilai gardu minimum yang barus tersedia adalah lebih dari 3 gardu. Untuk menentukan panjang antrian (Ls) dan waktu menunggu (Ws) digunakan model antrian (M/M/1:FCFS/~/~). Untuk jumlah gardu 3 didapatkan nilai panjang antrian (Ls) sebesar 10,15 pelanggan/menit dan waktu menunggu (Ws) sebesar 1.19 menit/pelanggan. Untuk jumlah gardu 4 didapatkan nilai panjang antrian (Ls) sebesar 2.7 pelanggan/menit dan waktu menunggu (Ws) sebesar 0.41 menit/pelanggan. Untuk jumlah gardu 5 didapatkan nilai panjang antrian (Ls) sebesar 1.38 pelanggan/menit dan waktu menunggu (W~) sebesar 0.26 menit/pelanggan. Pada model antrian Tingkat Aspirasi ini juga dilakukan penentuan persentase menganggur (X%) bagi setiap jumlah gardu yang dibuka Persentase menganggur (X%) untuk jumJah gardu 3 adalah sebesar 3% setiap menitnya, untuk jumlah gardu 4 adalah 27% setiap menitnya dan jumlah gardu 5 adalah 42% setiap menitnya. Hasil perhitungan ini kemudian diplot pada sebuah grafik Tmgkat Aspirasi. Dalam menentukan jumlah gardu yang optimal dengan menggunakan model Tingkat Aspirasi ini diperlukan nilai a (waktu menunggu maksimum yang diinginkan konsumen ) dan nilai β ( persentase menganggur yang diinginkan petugas). Berdasarkan basil wawancara, didapatkan nilai a sebesar 0.83 menit dan nilai P sebesar 17% setiap menitnya.
Setelah hasil perhitungan waktu antrian dan persentase menganggur didapatkan, maka di1akukan plot data waktu antrian dan persentase menganggur gardu pada setiap jumlah gardu yang dibuka Kemudian nilai a dan β dijadikan acuan untuk dapat menentukan jwnJah gardu tol yang optimal untuk dibuka pada jam-jam sibuk ( peak time ). Dari grafik kemudian dapat diketahui babwa jumlah gardu yang harus dibuka pada jam-jam sibuk terletak pada jumlah gardu tol 3 dan jumJah gardu tol 4. Dari hasil analisis, dengan melakukan estimasi jumlah gardu yang optimal untuk tingkat utilitas 83% maka didapatkan jumlah gardu optimal yang hams dibuka pada jam-jam sibuk adalah sebesar 4 gardu. Dengan dibukanya 4 gardu tol, diharapkan panjang antrian yang terjadi adalah sebesar 2.7 pelanggan/menit dan waktu menunggu pelanggan sebesar 0.41 menit/pelanggan serta persentase menganggur petugas lebih kecil dari 17% setiap menitnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PENENTUAN JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN TINGKAT ASPIRASI ( Studi Kasus di Gerbang Tol Keluar Pasteur) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN TINGKAT ASPIRASI ( Studi Kasus di Gerbang Tol Keluar Pasteur) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PENENTUAN JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN TINGKAT ASPIRASI ( Studi Kasus di Gerbang Tol Keluar Pasteur) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PENENTUAN JUMLAH GARDU TOL YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN TINGKAT ASPIRASI ( Studi Kasus di Gerbang Tol Keluar Pasteur) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text