// <![CDATA[PERENCANAAN PROSES DENGAN PENDEKATAN MACHINING FEATURES (Studi Kasus di PT. Pelita Sebat Abadi)]]> Cahyadi Nugraha, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 LUCKY FRANDHYANA /132000116 Penulis
PT. Pelita Sehat Abadi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur make to order job shop. Hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik penerimaan pesanan dalarn jurnlah yang kecil dengan variasi yang sangat banyak, maka perencanaan proses (process planning) rnenjadi sangat menentukan penyelesaian pesanan yang masuk ke perusahaan tersebut. Perencanaan proses yang ada di perusahaan saat ini tidak dilakukan secara terperinci karena perusahaan cukup percaya bahwa operator di lapangan lebih menguasai mesin dan berpengalaman. Namun pada kenyataannya beberapa masalah akan timbul yaitu operator cukup kesulitan dalam membaca gambar teknik komponen serta operator harus menentukan sendiri proses-proses pemesinan apa saja yang harus dikerjakannya tanpa mempertimbangkan adanya alternatif proses pemesinan dan pemilihan mesin berdasarkan waktu pemesinan serta waktu setup yang terbaik. Selain itu. perkiraan waktu penyelesaian pembuatan suatu komponen yang dilakukan perusahaan saat ini hanya berdasarkan pengalaman masa lalu dalam membuat suatu komponen tanpa adanya dokumen yang rinci, sehingga perkiraan waktu tersebut sering berbeda cukup jauh dari kenyataannya dan menimbulkan kekecewaan dari pihak konsumen karena waktu pengiriman pesanan tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan. Berdasarkan perrnasalahan tersebut maka dibutuhkan perencanaan proses yang menyatakan urutan proses pemesinan beserta altematif proses pemesinan yang mungkin dilakukan. Sehingga dapat dipilih waktu proses pemesman yang tercepat dalam pembuatan suatu komponen. Dalam penelitian ini. penentuan proses-proses pemesinan dilakukan dengan pendekatan machining features (fitur pcmesinan) sehingga dengan fitur-fitur pemesinan yang telah idefinisikan sebelumnya. seorang process planner dapat mengidentifikasi proses-proses permesinan dari gambar reknik dengan tebih cepat dan mudah. Untuk perhitungan estimasi waktu pernesinan dilakukan dengan membagi volume material yang terbuang dengan material removal rate (MRR}-nya. Konsep MRR merupakan teknik estimasi agregot yang tidak memerlukan informasi lintasan pahat pemesinan sehingga perhitungan esttmasi pemesinan dapat dilalukan dengan cepat dan mudah. Sedangkan perhitungan estimast waktu setup dilakukan dengan metode maynard operation sequence tecmique (MOST) yang merupakan metode penentuan waktu secara tidak langsung. Metode MOST merupakan metode yang paling sesuai untuk menghitung estimasi waktu setup karena dengan metode tersebut memungkinkan untuk memberikan usulan estimasi waktu sebelum pekerjaan tersebut dilakukan. Hasil perencanaan proses beserta estimasi waktu pembuatan suatu komponen yang telah dibuat kernudian dikumpulkan dalam lembar rencana proses sehingga dapat digunakan sebagai informasi untuk perencanaan proses komponen-komponen selanjutnya. Perencanaan proses yang dilakukan pada penelitian ini dapat dijadikan suatu kerangka perencanaan proses yang baik dan dapat digunakan pada saat merespon pennintaan pesanan dari konsumen berupa penentuan estirnasi waktu pembuatan suatu produk/kompooen. Selain itu apabila permintaan pesanan dari konsumen telah disetujui oleh kedua belah pihak maka perencanaan proses yang telah dilakukan tersebut dapat digunakan oleh unit produksi, khususnya unit pabrikasi.