PENENTUAN JUMLAH GERBONG DAN FREKUENSI KEBERANGKATAN KERETA API ARGO GEDE MENGGUNAKAN PROGRAMA INTEGER BINER DI PT. KAI (PERSERO)-DAOPS II BANDUNG
PT. Kereta Api Indonesia (KAI (Persero)) sebagai salah satu perusahaan milik Negara dituntut dapat bersaing dengan moda-moda lain. PT. KAI (Persero )-DAOPS II Bandung saat ini meojalankan kereta api dengan berbagai jenis kelas dan variasi harga tiket sesuai tingkat pelayanan yang diberikan. Salah satu kereta eksekutif yang dimiliki DAOPS-ll Bandung yaitu kereta api Argo Gede yang melayani jalur Bandung-Jakarta. Alasan pemilihan kereta api Argo Gede sebagai objek penelitian didasari adanya indikasi penuronan rata-rata volume penunpang KA Argo Gede sejak tahun 2001 yang menyebabkan pendapatan PT. KAI (Persero) mengalami penurunan (Subsi Sarpen-DAOPS II, 2004). Hal ini kemungkinan disebabkan tariff yang tinggi
sehingga penumpang akan lebih memilih transportasi lain yang tarifnya lebih murah dibandingkan KA Argo Gede. Tarif kereta api yang tinggi disebabkan ongkos operasional yang
tinggi, karenna PT. K.Al (Persero) dalam membentuk tarif berdasarkan ongkos operasional. Jumlah gerbong dan frelruensi merupakan variabel yang ikut mempengaruhi ongkos operasional.
Upaya untuk meminimalkan ongkos operasional kereta api yaitu dengan cara menentukan jumlah gerbong dan frekuensi optimal setiap harinya Penentuan jumlah gerbong dan frekruensi dibatasi oleh pembatas demand, pembatas jwnlab gerbong, dan pembatas frekuensi. Dengan meminimumkan ongkos operasional diharapkan tarif bisa lebih rendah dari tarif yang berlaku saat ini. Pendekatan optimasi yang digunakan untuk memecahkan masalah yaitn dengan programa integer biner serta didukung pendekatan model Claessens et. a/ (1998). Model matematis pada penelitian Claessens et. al. (1998) disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi.
Solusi optimal yang dipereleh yaitn pada hari Senin, PT. KAI (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 9 gerbong dalam satu rangkaian KA sebanyak 1 kali keberangkatan, 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, dan 8 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, hari Selasa PT. KAI (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 8 gerbong sebanyak 3 kali keberangkatan, dan 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatao, hari Rabu PT. KA1 (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 8 gerbong sebanyak 3 kali keberangkatan, dan 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, hari Kamis PT. KAI (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 8 gerboog sebanyak 3 kali keberangkatan, dan 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, hari Jumat PT. KA1 (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 9 gerbong dalam satu rangkaian KA sebanyak 1 kali keberangkatan, 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, dan 8 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, hari Sabtn PT. KAl (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 9 gerbong dalam satu rangkaian KA sebanyak 2 kali keberangkatan, 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, dan 8 gerbong sebanyak 3 kali keberangkatan, dan bari Minggu PT. KAl (Persero) mengoperasikan KA Argo Gede dengan 9 gerbong dalam satu rangkaian KA sebanyak 2 kali keberangkatan, 7 gerbong sebanyak 4 kali keberangkatan, dan 8 gerbong sebanyak 3 kali keberangkatan. Sehingga total ongkos operasional yang diperoleh dari solusi optimal yaitu Rp 447.836.647,00
per minggu.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PENENTUAN JUMLAH GERBONG DAN FREKUENSI KEBERANGKATAN KERETA API ARGO GEDE MENGGUNAKAN PROGRAMA INTEGER BINER DI PT. KAI (PERSERO)-DAOPS II BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN JUMLAH GERBONG DAN FREKUENSI KEBERANGKATAN KERETA API ARGO GEDE MENGGUNAKAN PROGRAMA INTEGER BINER DI PT. KAI (PERSERO)-DAOPS II BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PENENTUAN JUMLAH GERBONG DAN FREKUENSI KEBERANGKATAN KERETA API ARGO GEDE MENGGUNAKAN PROGRAMA INTEGER BINER DI PT. KAI (PERSERO)-DAOPS II BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PENENTUAN JUMLAH GERBONG DAN FREKUENSI KEBERANGKATAN KERETA API ARGO GEDE MENGGUNAKAN PROGRAMA INTEGER BINER DI PT. KAI (PERSERO)-DAOPS II BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2005.Text