// <![CDATA[UPAYA PENINGKATAN KEPUASAN KERJA DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BERDASARKAN FAKTOR IKLIM ORGANISASI YANG BERPENGARUH (Studi Kasus di PT. Sinar Terang Logamjaya)]]> Ir. Abu Bakar, M.M. Dosen Pembimbing 1 0421067501 - Yoanita Yulianti, ST., S.Psi., MT Dosen Pembimbing 2 SHINTA PRASETYA / 13-2000-140 Penulis
PT. Sinar Terang Logamjaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif yaitu pembuatan spare part atau suku cadang kendaraan bermotor. Satu faktor yang berpengaruh di dalam kelancaran pembuatan produk adalah karyawan. Suatu organisasi harus mampu menciptakan iklim organisasi yang sesuai dengan yang diharapkan olen semua anggota organisasi, sehingga dapat mendorong para karyawan untuk meningkatkan kepuasan dan prestasi kerjanya. Kondisi saat ini, iklim organisasi khususnya Departemem Manufacture belum dapat meningkatkan atau memacu kepuasan kerja dan prestasi kerja karyawan. Sehingga menyebabkan karyawan menjadi lambat dan mangkir dalam bekerja. Gejala Lain yang timbul yaitu adanya keluhan atasan mengenai rendahnya prestasi dan kurang disiplin karyawan. Oleh karena itu peningkatan kepuasan kerja dan prestasi kerja harus segera dilakukan. dengan cara mengetahui faktor yang berpengaruh dari iklim organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dari iklim organisasi terhadap peningkatan kepuasan kerja dan prestasi ketja karyawan serta memberikan usulan atas upaya peningkatan yang dapat dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi regresi linier, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh antara variable independen (iklim organisasi) terhadap variabel dependen (kepuasan kerja dan prestasi kerja). Data iklim organisasi dan kepuasan kerja didapat dari hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh operator di single part dan assembly part. Data prestasi kerja didapat dari basil penyebaran kuesioner kepada atasan langsung dari operator, kuesioner iklim organisasi menggunakan pendekatan dari Mc. Ber Company, kuesioner kepuasan kerja menggunakan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dan kuesioner prestasi kerja menggunakan Minnesota Satisfactonness Scale (MSS). - Nilai r = 0,58 menunjukkan besarnya hubungan antara iklim organisasi terbadap kepuasan kerja karyawan memiliki kekuatan sedang. Nilai R2 = 29,3% artinya 29,3% kepuasan ketja karyawan diakibatkan oleh hubungan linier variabel tanggung jawab (TJW) dan imbalan (JMB). Sisanya 70,7% dipengaruhi oleh adanya kontribusi yang rendah dari masing-masing variabel yang lain. - Nilai r = 0,56 menunjukkan besarnya hubungan antara iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan memiliki kekuatan sedang. Nilai R2 = 26,3 % artinya 26,3 % prestasi kerja karyawan diakibatkan oleh hubungan linier variabel tanggung jawab (TJW) dan imbalan (IMB). Sisanya 73,7% dipengaruhi oleh adanya kontribusi yang rendah dari masing-masing variabel yang lain. Upaya peningkatan terhadap kepuasan kerja dan prestasi kerja berdasarkan faktor iklim organisasi (TJW dan IMB) yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Memberikan pelatihan (training) kepada karyawan seperti metode on the job (belajar dengaN perlengkapan yang nyata dan dalam lingkungan kerja yang jelas) dan atasan yang membawahi operator/karyawan tersebut langsung memberikan contoh-contoh peketjaan yang benar, agar karyawan dapat bertanggung jawab secara pribadi terhadap basil kerja. 2. Diperbesar pemberian kepercayaan kepada karyawan, sehingga dapat mendorong karyawan berinisiatif untuk memecahkan persoalan pekerjaannya sendiri. 3. Adanya pemberian bonus kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya dan adanya pemberian fasilitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, seperti keringanan pembayaran yang diberikan perusahaan dalam bentuk rumah tinggal dan transportasi (motor) serta pemberian kornpensasi non finansial berupa pemberian penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi/terbaik tiap bulannya (staff award). Cara ini diharapkan akan mendorong karyawan untuk beketja lebih baik, sehingga prestasi ketjanya akan meningkat dan tentu saja menirnbulkan kepuasan di dalam diri karyawan, merasa perusahaan ikut memperhatikan kesejahteraan karyawannya.