// <![CDATA[PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODA ANALISIS HIRARKI PROSES (AHP) (Studi Kasus di PT. EWINDO Bandung)]]> Drs. Hari Adianto, MT. Dosen Pembimbing 1 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2 DHEVI AVIANTI / 13-2000-150 Penulis
PT. EWINDO merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perindustrian elektronika dengan produk utamanya adalah kabel. Untuk memproduksi kabel dibutuhkan tembaga dan PVC Compound sebagai bahan baku utamanya. Tiga supplier terpilih yang telah memenuhi persyaratan PT. EWINDO untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tembaga adalah TMS (Tembaga Mulia Semanan) di Tangerang, IKI (Indah Kiat Indonesia) Kabel di Bekasi, dan Karya Sumiden di Tangerang. Proses pemilihan supplier di PT. EWINDO melibatk:an banyak pihak, yaitu Presiden Direktur, Direktur Produksi, Manager Purchasing (Pembelian), dan Manager QA (Quality assurance) dimana kriteria setiap pihak cenderung berbeda. Pada proses pemilihan supplier seringkali berdasarkan harga terendah yang ditentukan oleh bagian purchasing. Proses seleksi seperti ini memiliki kelemahan, karena dengan memilih supplier yang menawarkan harga terendah dari produknya belum tentu mewakili kriteria lain seperti kualitas produk tersebut, ketepatan pengiriman, teknologi yang dipakai, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan suatu metoda pengambilan keputusan yang bersifat multi kriteria dan multi partisipan dalam penentuan supplier bahan baku di PT. EWINDO. Metoda yang cocok untuk kondisi tersebut adalah metoda Analisis Hirarki Proses (AHP). Metoda AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saat ini cocok untuk pengambilan keputusan yang melibatk:an multi kriteria dan multi partisipan (Group Decision Making), membantu para pengambil keputusan untuk mengidentifikasikan permasalahan dan menentukan solusi yang diinginkan dengan menyusun masalah kedalam suatu sistem hirarki sehingga permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang rinci dan terukur. Penilaian dilakukan dengan memberikan bobot numeric. Penilaian didasarkan pada pengalaman, wawasan, dan visi yang diwujudkan dalam bentuk persepsi dan intuisi dari pengarnbil keputusan. Penilaian itu akan menghasilkan matriks perbandingan berpasangan, yang kemudian digunakan untuk pengolahan data sehingga mengbasilkan bobot masing-masing matriks dan rasio konsistensinya. Kemudian dilakukan proses sintesis untuk mendapatkan rasio konsistensi hirarki. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier bahan baku dengan mengambil contoh altematif untuk bahan baku tembaga. Hasil pengolahan data dalam urutan prioritas untuk pemilihan supplier bahan baku tembaga adalah sebagai berikut: • TMS (Tembaga Mulia Semanan), dengan bobot 0,685 • KS (Karya Sumiden), dengan bobot 0,174 • IKI (lndah Kiat Indonesia) Kabel, dengan bobot 0,140 Maka supplier yang menjadi prioritas pertama perusahaan untuk memenuhi bahan baku tembaga adalah TMS, karena sesuai dengan persyaratan yang diinginkan oleh PT. EWINDO dengan kualitas bagus dan lebih memperhatikan kepuasan pelanggannya.