// <![CDATA[USULAN RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS DI PT. SUGIH INSTRUMENDO ABADI]]> Ir. Abu Bakar, M.M. Dosen Pembimbing 1 Arie Destrianti, ST.,MT. Dosen Pembimbing 2 TAKLIM MUDIN / 13-2000-161 Penulis
Definisi kualitas telah mengalami perkembangan yang sangat berarti, dimulai dari sekedar sesuai dengan spesifikasi design teknis hingga sesuai dengan aspirasi konsumen. Dalam menjaga kualitas produk dengan tujuan meminimasi produk cacat yang sampai ke konsumen, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan 100% (sensus) atau melakukan sampling. Untuk produk dengan jumlah lot cukup besar, pemeriksaan 100% akan memberikan pengendalian kualitas yang tinggi. Tetapi dengan pemeriksaan 100% tersebut akan memakan waktu yang besar. PT. Sugih lntrumendo Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang memproduksi salah satu komponen pendukung Tensimeter yaitu Bladder. Pengendalian kualitas yang dilakukan Departemen Pengendalian Kualitas Produksi I terhadap Bladder yaitu dengan menggunakan sistem pemeriksaan 100% (sensus). Pada kenyataannya masih adanya produk cacat yang lolos pemeriksaan dikarenakan kelelahan pada operator. Jumlah order pemeriksaan yang besar dan produk cacat yang ada hanya 1, 2 dan 3 unit saja, maka sistem pemeriksaan 100% akan menyebabkan pemborosan waktu. Mengingat sistem produksi perusahaan adalah job order, dimana perusahaan dihadapkan pada due date yang telah ditetapkan oleh konsumen, maka perusahaan ingin meminimasi waktu proses produksi, salah satunya meminimasi waktu pemeriksaan. Dalam hal ini diperlukan adanya suatu rancangan penarikan sampel yang mampu meminimasi jumla h Bladder yang diperiksa, sehingga dapat meminimasi waktupemeriksaan. Metoda Sequential Sampling Plan adalah metoda penarikan sampel pemeriksaan melalui pemeriksaan produk butir demi butir. Kelebihan metoda ini adalah mampu meminirnasi jumlah sampel pemeriksaan dengan proteksi mutu yang sama menguntungkan baik bagi produsen (PT. Sugih lntrumendo Abadi) maupun konsumen, yaitu dengan memperhitungkan nilai parameter kualitas AQL (Acceptance Quality Level), LTPD (Lot Tolerance Percent Defective), Resiko Produsen (a) dan Resiko Konsumen (f3). Pada penelitian ini dengan menggunakan metoda Sequential Sampling Plan, didapatkan suatu rancangan pengendalian kualitas dari persamaan garis penerimaan dan garis penolakan yang diperoleh dari parameter kualitas AQL (0,006), LTPD (0,025), a(0,05) dan f3 (0, I), yaitu: 1. Persamaan Garis Penerimaan (A c) : = 0,0 l3n - I ,556 2. Persamaan Garis Penolakan (Re) : = 0,0 l3n + l ,998 Dari kedua persamaan tersebut didapatkan suatu grafik yang berfungsi sebagai alat k•endali dalam pemeriksaan Bladder yang dapat dilihat pada Gambar Gratik Sequential Sampling Plan. Untuk menjaga keketatan pemeriksaan berdasarkan sistem pemeriksaan 100% karena penggunaan sistern sampling, maka digunakan metoda New Seven Tools. Metoda New Seven Tools dapat mengetahui penyebab-penyebab dari lolosnya produk cacat dan dapat menghasilkan kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah yang lebih luas dan detil. Pada penelitian ini alat yang digunakan dalam New Seven Tools adalah KJ Method, diagram hubungan dan diagram pohon. Dari ketiga alat tersebut dihasilkan suatu usulan perbaikan sistem pemeriksaan Bladder yang dapat dilihat pada Tabel Usulan Perbaikan Sistem Pemeriksaan Bladder.