PENJADWALAN BATCH UNTUK PRODUK BALLAST DOMESTIK PADA PT. NIKKA TSU ELECTRIC WORKS DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN
PT. Nikkatsu Electric Works merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dengan sistem manufaktur bersifat make lo order dengan jenis produk dan jumlah pesanan sesuai permintaan konsumen. Pada lantai produksi perusahaan menerapkan system produksi low shop dengan jumlah mesin sejenis lebih dari satu (mesin paralel). Perusahaan ini memproduksi alat-alat listrik seperti Transjom1er, Lighting Fixture, dan Trafo Ballast (Ballast Domestik dan Ballast Eksport). Penelitian ini dilakukan di Departement Ballast Domestik karena merupakan salah satu produk unggulan dan selalu diproduksi oleh PT. Nikkatsu Electric Works dengan jumlah pesanan terbanyak. Bagian perencanaan produksi hanya menentukan jumlah produk, jenis produk, dan penugasan mesin tanpa memberikan prioritas pekerjaan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu pada mesin tertentu, dengan kata lain tidak ada metoda penjadwalan yang digunakan. Pada bagian produksi, penyelesaian pekerjaan dilakukan dengan mengerjakan satu job dengan membaginya ke dalam beberapa batch, namun penentuan ukuran batch tersebut dilakukan tanpa memperhatikan adanya idle lime dan queue lime.
Tidak adanya metoda penjadwalan yang digunakan dan adanya idle time dan queue time tersebut menjadi masalah PT. Nikkatsu Electric Works untuk dapat menyelesaikan rencana produksi tepat pada waktunya. Jika rencana produksi yang telah diturunkan oleh bagian perencanaan produksi tidak dapat diselesaikan sesuai waktu yang tersedia, maka pengiriman order pada pelanggan untuk bulan tersebut menjadi terlambat Dari permasalahan tersebut maka perlu dibuat suatu jadwal produksi yang dapat meminimasi makespan (waktu penyelesaian seluruh pekerjaan). Model penjadwalan yang diguna.kan adaJah model penjadwaJan batch pada sistem produksi flow shop dengan kriteria minimasi makespan yang dikembangkan oleh Cahya (1998). Pada penelitian ini dilakukan beberapa taltap, yaitu pembebanan pada mesin paralel, melakukan penjadwalan awal menggunakan Metoda CDS, dan menentukan jumlah dan ukuran batch untuk setiap job seh ingga akan dihasilkan suatu jadwal yang memberikan makespan yang minimum.
Penjadwalan batch per minggu untuk produk Ballast Domestik di PT. Nikkatsu Electric Works dengan menggunakan model penjadwalan batch menghasilkan makespan sebesar 45,168 jam. Dari penjadwalan per minggu tersebut dibuat penjadwalan batch untuk Bulan Maret yang menghasilkan makespan sebesar 117,3 jam sehingga masih ada waktu yang tersisa yang dapat digunakan untuk mengerjakan job. Dengan menggunakan penjadwalan batch ini perusahaan dapat menjadwalkan produksinya dengan lebih baik sehingga perusahaan dapat menerima order lebih banyak setiap bulannya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PENJADWALAN BATCH UNTUK PRODUK BALLAST DOMESTIK PADA PT. NIKKA TSU ELECTRIC WORKS DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENJADWALAN BATCH UNTUK PRODUK BALLAST DOMESTIK PADA PT. NIKKA TSU ELECTRIC WORKS DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PENJADWALAN BATCH UNTUK PRODUK BALLAST DOMESTIK PADA PT. NIKKA TSU ELECTRIC WORKS DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PENJADWALAN BATCH UNTUK PRODUK BALLAST DOMESTIK PADA PT. NIKKA TSU ELECTRIC WORKS DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2005.Text