// <![CDATA[MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN PERAKITAN Y COMMON COMPONENT DAN X UNIQUE COMPONENT P ADA FLOW SHOP 3 MESIN DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN]]> Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ir. Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 2 AINI NUR AGUSTINA / 13-2000-191 Penulis
Cheng dan Wang (1999) melakukan penelitian mengenai penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 2 mesin dengan kriteria minimasi makespan. Pada model ini setiap job terdiri dari I unit common component dan 1 unit unique component. Common component dan unique component ini diproduksi pada mesin pertama dan kemudian dirakit pada mesin kedua setelah kedua komponen tersebut tersedia. Penelitian ini banya membahas penjadwalan untuk fubrikasi dan perakitan pada flow shop 2 mesin. Pada kenyataannya, proses produksi untuk membuat suatu produk biasanya dilakukan lebih dari 2 mesin. Selanjutnya Mubarok (2004) mengajukan model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan komponen pada flow shop 3 dan 4 mesin dengan kriteria minimasi makespan. Setiap job terdiri dari I unit unique component dan I unit common component. Common component diproses dalam batch sedangkan unique oomponent diproses sendiri-sendiri. Padaflow shop 3 mesin, proses fabrikasi dilakukan di 2 mesin pertama dan proses perakitan dilakukan pada mesin ketiga. Sedangkan pada flow shop 4 mesin, proses fabrikasi dilakukan di 3 mesin pertama dan proses perakitan dilakukan pada mesin keempat. Model ini terbatas tmtuk kondisi job yang dikerjakan hanya terdiri dari I unit common component dan I unit unique component. Pada kenyataannya, suatu industri menerima order merupakan rakitan dari beberapa komponen. Penelitian ini membahas model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 2 mesin dan 3 mesin dengan kriteria minirnasi makes pan untuk kasus -produk yang terdiri dari y unit common component identik dan x unit unique component. Model penjadwalan yang dibasilkan dari penelitian ini adalah (I) Model (F2 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax) yaitu model penjadwalan untuk fubrikasi dan perakitan pada flow shop 2 mesin dan (2) Model (F3 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax) yaitu model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan padajlow shop 3 mesin. Pada Model (F2 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax), proses fabrikasi untuk common companent dan unique component dilakukan pada Mesin 1, sedangkan proses perakitan dilakukan pada Mesin 2 setelah kedua komponen tersebut tersedia untuk dirakit. Pada Model (F3 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax), proses fabrikasi untuk common component dan unique component dilakukan pada 2 mesin pertama, sedangkan proses perakitan dilakukan pada Mesin 3. Pada Model (F2 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax) dan Model (F3 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax), common component diproses dalam batch, sedangkan unique component diproduksi sendiri-sendiri. Algoritma untuk Model (F2 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax) dan Model (F3 /(yc,ui,x,ai,)/Cmax) bekerja dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah mengurutkan job dengan menggunakan metode CDS (Campbell, Dudek, dan Smith). Tahap kedua adalah penentuan jumlah dan ukuran batch dengan menggunakan metode pemrograman dinamis. Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan dua pengujian. Pmgujian pertama dilakukan untuk mengetahui cara kerja model sedangkan pengujian kedua dilakukan untuk menguji parameter-parameter model.