// <![CDATA[REBRANDING MUSEUM TEKSTIL JAKARTA]]> Rully Ariyashari / 332009024 Penulis Fanhas Atsar, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Daeng Arifiani, S.Ds. Dosen Pembimbing 2
Penelitian ini mengkaji tentang keberagaman kain tradisional Indonesia yang menjadi koleksi dan aktivitas yang dimiliki di Museum Tekstil Jakarta sebagai sarana dan fasilitas untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri. Namun saat ini, masih banyak yang beranggapan bahwa museum ini hanya memiliki koleksi batik dan menyebutnya dengan museum batik, sehingga museum dianggap sebuah tempat tua yang pasif dan membosankan serta informasi yang diberikan dinilai belum maksimal dan belum diketahui oleh kalangan muda. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah usaha dengan merancang ulang identitas yang dimiliki untuk memperbaiki persepsi yang ada di benak target menjadi sebuah museum yang berperan sebagai wadah komunitas tekstil, para fashion designer muda dan pengunjung bertukar ide, sharing dan sebuah meeting point kalangan muda serta mengkomunikasikan informasi yang ingin disampaikan pihak museum sehingga museum menjadi lebih dinamis, muda dan hidup. Dengan metode rebranding, citra Museum Tekstil akan dirancang dan diinformasikan secara efektif melalui pesan yang konsisten dan menarik minat para target audience Museum Tekstil Jakarta.