PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI, PERANCANGAN TATA LETAK, DAN PERHITUNGAN BIA Y A INVEST ASI PERALATAN DALAM PEMBUATAN KOMPONEN NURSING BED DI PT.X
PT. X merupakan industri manufaktur yang memproduksi furnitur, terutama kursi dan nursing bed dengan berbagai model. Semakin meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk nursing bed 135-D mengakibatkan banyak demand nursing bed yang tidak terpenuhi oleh PT. X dan hal ini berarti hilangnya keuntungan yang mungkin akan diperoleh perusahaan. Oleh karena itu PT. X berkeinginan untuk mengambil peluang pasar yang ada dengan cara meningkatkan kapasitas produksi sesuai dengan demand konsumen, climana lembur, shift, dan sub kontrak tidak mungkin dilakukan, disebabkan peningkatan kapasitas produksi 2 kali kapasitas produksi exsisting. Perubahan pada kapasitas produksi tentu saja akan berakibat pada penambahan fasilitas produksi termasuk didalamnya perluasan lahan. Untuk itu PT. X perlu melakukan peningkatan kapasitas produksi, perancangan tata letak ruangan, dan perhitungan biaya investasi peralatan.
Penentuan kapasitas produksi berdasarkan estimasi demand, diperoleh dari hasil peramalan. Perhitungan peningkatan kapasitas produksi dilakukan dengan perhitungan manual, yaitu dengan pendekatan waktu kerja regular terhadap waktu proses. Perancangan tata letak ruangan menggunakan algoritma Tabu Search yang akan mendekatkan jarak dua ruangan yang memiliki frekuensi perpindahan terbesar sehingga kriteria yang ingin dicapai adalah minimasi jarak perpindahan. Perhitungan biaya investasi peralatan yaitu dengan cara perkalian jumlah mesin yang ditambahkan dengan harga dari mesin itu sendiri dan juga perkalian dari luas bangunan yang bertambah dengan harga bangunan per m2.
Peningkatan kapasitas produksi selama 5 tahun dilakukan secara bertahap yaitu dibagi menjadi 2 periode. Peningkatan kapasitas produksi selama 2 periode dilakukan dengan beberapa alternatif penambahan kapasitas produksi pada stasiun kerja berupa:
a. Penambahan stasiun kerja yang diikuti dengan penambahan mesin, jig, dan tenaga kerja.
b. Penambahan stasiun kerja yang diikuti dengan penambahan mesin, tenaga kerja, tanpa dilakukan penambahan jig.
c. Penambahan stasiun kerja yang diikuti dengan penambahan tenaga kerja, tanpa dilakukan penambahan jig dan mesin.
Dengan dilakukan beberapa altematif penambahan kapasitas produksi pada beberapa stasiun kerja maka kapasitas produksi menjadi 20 unit/hari pada periode pertama dan 28 unit/ hari pada periode kedua.
Setelah dilakukan peningkatan kapasitas produksi langkah selanjutnya dilakukan perancangan ruangan berdasarkan minimasi jarak material handling yang disesuaikan dengan tempat yang tersedia. Jarak material handling tata letak yang diusulan sebesar 7063,65 (meter.frekuensi). Biaya investasi peralatan yang dikeluarkan untuk pemenuhan kebutuhan kapasitas produksi adalah sebesar Rp. 329.717.600.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI, PERANCANGAN TATA LETAK, DAN PERHITUNGAN BIA Y A INVEST ASI PERALATAN DALAM PEMBUATAN KOMPONEN NURSING BED DI PT.X ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI, PERANCANGAN TATA LETAK, DAN PERHITUNGAN BIA Y A INVEST ASI PERALATAN DALAM PEMBUATAN KOMPONEN NURSING BED DI PT.X ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI, PERANCANGAN TATA LETAK, DAN PERHITUNGAN BIA Y A INVEST ASI PERALATAN DALAM PEMBUATAN KOMPONEN NURSING BED DI PT.X ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI, PERANCANGAN TATA LETAK, DAN PERHITUNGAN BIA Y A INVEST ASI PERALATAN DALAM PEMBUATAN KOMPONEN NURSING BED DI PT.X ().Teknik Industri:FTI,2005.Text