// <![CDATA[PENENTUAN SISTEM PENILAIAN KINERJA PEMASOK DENGAN MENGGUNAKAN METODA AHP DAN PROMETHEE (Studi Kasus Di PT. Hero Supermarket Cabang Suci Bandung)]]> Ir. Ambar Harsono, MT. Dosen Pembimbing 1 Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 NAUFAL ARQOM / 13-2000-208 Penulis
Dalam kompetisi bisnis saat ini, pemasok dipandang sebagai swnber daya yang kritis bagi perusahaan. Untuk mencapai aliran supply yang maksimal, pengelolaan dan pengaturan para pemasok ini harus dilakukan dengan baik. Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah bagaimana melakukan seleksi dan evaluasi dengan menilai kinerja pemasok terutama untuk pemasok sayuran dan buah-buahan di PT. Hero Supermarket Cabang Suci Bandung sehingga diperoleh kondisi yang lebih baik dan lebih menguntungkan terutama bagi pihak perusahaan. Karena seleksi dan evaluasi yang salah terhadap pemasok ini dapal memberikan dampak yang buruk bagi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diperlukan suatu metoda yang dapat membantu dan mempermudah proses penilaian kinerja para pemasok ini. Dalam penelitian ini digunakan metoda AHP (Analytical Hierarchy Process) dan PROMETHEE (Preference Ranking Organcation Method for Ennchrnenl Evaluation) yang merupakan metoda pengambilan keputusan dengan kritena dan alternative keputusan yang banyak. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang sistem penilaian kinerja pemasok agar didapat hasil urutan (rank) tiap pemasok untuk kategori produk sayuran dan buah-buahan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Dalam penentuan bobot untuk masing-mastng kriteria, digunakan metoda AHP. Sedangkan pada PROMETHEE, kriteria yang digunakan merupakan sub kriteria (kriteria tingkat dua) dalam hirarki penilaian kinerja pemasok. Dari ke-10 sub kriteria yang digunakan dalam proses penilaian kinerja pemasok ini, hanya 7 sub kriteria yang mampu memberikan perbedaan penilaian untuk tiap pemasok. Kriteria tersebut adalah kesesuaian spesifikasi, kemampuan mengganti produk, stablilitas harga, kemauan bernegosiasi, ketepatan waktu, kesesuaian jumlah dan kemudahan dihubungi. Penentuan tipe untuk masing-masing kriteria disesuaikan dengan ciri yang terdapat pada masing-masing tipe. Untuk kategori produk sayuran, kriteria kesesuaian spesifikasi dan kemudahan dihubungi dimasukkan kedalam tipe II (q = 0.25 dan q = 0.5), kemampuan mengganti produk dan ketepatan waktu dimasukkan kedalarn tipe III (p = -3 dan p = -1), stabilitas harga dan kemauan bernegosiasi dimasukkan ke dalam tipe IV (p = -1, q = -0.5) dan kesesuaian jumlah dimasukkan kedalam tipe V (p=10, q= 5). Sedangkan untuk kategori produk buab-buahan, kriteria kesesuaian spesifikasi dan kemudahan dihubungi dimasukkan kedalam tipe II (q = 0.7 dan q = 0.5), kemampuan mengganti produk dan ketepatan waktu dimasukkan kedalam tipe III (p = -3 dan p = -1 ), stabilitas harga dan kemauan bernegosiasi dimasukkan ke dalam tipe IV (p•= -1, q = -0.5) dan kesesuaian jumlah dimasukkan kedalam tipe V (p = 10, q - 5). Berdasarkan hasil perhitungan pada PROMETHEE I dan II, penilaian kinerja dari 5 alternatif pemasok mendapatkan urutan peringkat yang berbeda antara kategori produk sayuran dan buah-buahan.