// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) DENGAN MENGGUNAKAN THEORY OF CONSTRAINTS (TOC) (STUDI KASUS DI PT. BADRANAYA PUTRA, BANDUNG)]]> 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 OCTARIANI SUPALAN / 13.2001.001 Penulis
Persaingan bisnis yang semakin global membawa permasalahan baru dalam rantai pasok, membuat pihak perusahaan harus teliti dalam melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasokan (supply chain). Pada PT. Badranaya Putra terdapat indikasi menumpuknya persediaan akibat dari kurangnya integrasi antara pihak perusahaan dengan pihak agen dalam jalur pendistribusian produk jadi, dimana terlihat adanya fluktuasi permintaan hingga menyebabkan pihak perusahaan memproduksi dalam jumlah besar. Pada permasalahan didapatkan bahwa sistern supply chain PT. Badranaya Putra perlu dilakukan peninjauan kembali dengan menggunakan konsep Supply Chain Management (SCM) dan metode Theory Of Constraints (TOC). Dengan menggunakan konsep SCM, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah klasifikasi produk jadi PT. Badranaya Putra dengan menggunakan klasifikasi material ABC. Output dari klasifikasi yang dilakukan akan menjadi input pada sistem simulasi dengan menggunakan ProModel 200 I. Hasil simulasi menunjukkan bahwa produk dalam kelas kategori A rendah, dan produk dalam kelas kategori C tinggi. Kemudian terlihat permasalahan lainnya dengan melihat pada sistem identifikasi mekanisme SCM, PT. Badranaya Putra memiliki karakteristik perusahaan yang sama dengan model T, yaitu terdapat permasalahan due date yang tidak tetap. Output-output yang didapatkan pada langkah-langkah sebelumnya akan menjadi input pada metode TOC yang pertama yaitu Current Reality Tree (CRT) sebingga didapatkan dua inti permasalahan yang akan dicari solusinya dengan menggunakan Conflict Resolution Diagram (CRD). Dari CRD didapatkan solusi penerapan supplier partnership dan penggunakan ukuran perforrnansi yang bersifat global dan jangka pa!lljang, yang kemudian akan diujicoba dengan menggunakao Future Reality Tree (FRT) untuk memverifikasi solusi yang didapatkan dari CRD. Pengujian solusi dilakukan kembati pada sistem simulasi sebelumnya dengan memasukkan input supplier partnership (SP) dan indikator performansi usulan, akan didapatkan jumlah level persediaan pada simulasi awal dan sirnulasi akhir dengan skenario perbaikan SP, dari simulasi terlihat bahwa jumlah persediaan menjadi berkurang. Dari penelitian didapatkan bahwa Penggunaan indikator performansi melalui tingkat inventory sangat berbubungan erat dengan ukuran batch yang digunakan dalam produksi. Jika dilihat dari sudut pandang inventory, maka usulan yang diberikan sudah cukup baik hasilnya dapat mengurangi jumlah inventory yang ada, Tetapi hal tersebut barus dilihat kembali dari sudut pandang biaya karena ukuran batch kecil akan sangat berpengaruh pada kenaikan biaya operasi (biaya material handling, sanitasi, setup, dll.). Sehingga dapat dikatakao bahwa uji coba dengan menggunakan skenario perbaikan yaitu supplier partnership dan indikator performansi DLP usulan dapat memberikan hasil yang lebih baik dari kondisi awal sistem supply chain PT. Badranaya Putra.