PENJADWALAN PART MENGGUNAKAN PENDEKATAN MINIMASI ONGKOS TOTAL EARLINESS DAN TARDINESS (Studi Kasus Pada Departemen Produksi ll PT. Baninusa Indonesia)
PT. Baninusa Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industry manufaktur dan memiliki strategi respon terbadap pennintaan konsumen secara Make-to-Order. Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Baninusa Indonesia berupa komponen-komponen mobil, motor, dan mesin-mesin industri seperti Ring Piston, Camsleeve, Ring carrier, Cylinder Linier, Camshaft dan lain-lain. Sebagai perusahaan Make-to-Order, penjadwalan produksi merupakan suatu perencanaan yang memegang peranan penting dalam menentukan posisi PT. Baninusa Indonesia dalam persaingan di lingkungan industri. Pada saat ini, penjadwalan produksi yang dilakukan oleh PT. Baninusa Indonesia, khususnya di Departemen Produksi II tidak menganut pada suatu metoda tertentu, tetapi hanya berdasarkan intuisi bagian Production Planning and Control (PPC). Adanya sejumlah order bervariasi tinggi dengan routing dan waktu proses yang berbeda-beda menimbulkan permasalahan bagi perusahaan daJam melakukan penjadwalan produksi. Order datang ke lantai produksi setiap hari, dan order tersebut harus diselesaikan pada hari yang sama sesuai dengan hari kedatangan order. Hal ini menambah kesulitan dalam melakukan penjadwalan produksi agar semua order dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Job yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu (tardy) akan dikerjakan pada hari berikutnya. Adanya job yang mengalami keterlambatan ini pada hari berikutnya dapat menyebabkan keterlambatan bagi order yang harus diselesaikan pada hari tersebut. Sedangkan job yang selesai lebih awal (early) akan mengakibatkan timbulnya ongkos simpan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ini, maka diduga terdapat kesulitan dalam penjadwalan produksi di PT. Baninusa Indonesia. Oleh karena itu diperlukan suatu model penjadwalan produksi pada sistemproduksi dengan lingkungan dinamis agar setiap order dapat selesai tepat waktu (minimasi earliness dan tardiness).
Salah satu metoda yang dapat memenuhi fungsi tujuan tersebut adalah model penjadwalan yang dikembangkan oleh Zaini, et al., (2001) yakni model penjadwalan dinamis pada sistem produksi job shop dengan kriteria minimasi ongkos total earline.ss dan tardiness. Pendekatan minimasi ongkos total earliness dan tardiness ini dilakukan agar order selesai tepat pada waktunya (minimasi keterlambatan negatif dan positif). Model penjadwalan tersebut terdiri dari tiga algoritma yakni Algoritma Backward non delay digunakan untuk membuat jadwal awal, Algoritma Inserted Idle Time digunakan untuk memperbaiki jadwal awal dengan menyisipkan idle time untuk memperbaiki total ongkos earliness dan tardiness, dan Algoritma Penjadwalan Ulang dirancang untuk menjawab kedatangan job yang bersifat dinamis. Karena kondisi pada lantai pabrik di PT. Baninusa Indonesia memiliki sejumlah mesin paralel, maka pada penelitian ini dilakukan pengembangan terbadap model Zaini et al., (2001) khususnya pada Algoritma Backward Non Delay agar dapat mengakomodasi penggunaan mesin paralel. Selain itu pada model penjadwalan ini tidak dapat dilakukan proses pemeriksaan fisibilitasjadwal, sehingga dikembangkan sebuah algoritma yang dapat memeriksa fisibilitas jadwal.
Pengolahan data menggunakan model Zaini, et al., (200 1) yang dikembangkan menghasilkan jadwal produksi untuk order pada enam hari kerja pertama bulan Februari 2005. Jadwal produksi yang dihasilkan memiliki jumlah early dan tardy job serta total earliness dantardiness yang minimum. Jadwal produksi untuk order tanggal 1 Februari 2005 terdiri dari 0 early job, 10 tardy job dan memiliki total earliness = 0 jam serta total tardiness = 90.33 jam. Jadwal produksi untuk order tanggal 2 Februari 2005 terdiri dari 0 early job, 5 tardy job dan memiliki total earliness= 0 jam serta total tardiness= 14.70 jam. Jadwal produksi untuk order tanggal 3 Februari 2005 terdiri dari 0 early job, 10 tardy job dan memiliki total earliness = 0 jam serta total tardiness = 6.74 jam. Jadwal produksi untuk order tanggal 4 Februari 2005 terdiri dari 3 early job, 3 tardy job dan memiliki total earliness = 0.62 jam serta total tardiness = 1.51 jam. Jadwal produksi untuk order tanggal 7 tidak memiliki early dan tardy job, sehingga total earliness dan tardiness = 0 jam. Terakhir, jadwal produksi untuk order tanggal 8 Februari 2005 terdiri dari 2 early job, 0 tardy job dan me:miliki total earliness = 0.60 jam serta total tardiness = 0 jam.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).PENJADWALAN PART MENGGUNAKAN PENDEKATAN MINIMASI ONGKOS TOTAL EARLINESS DAN TARDINESS (Studi Kasus Pada Departemen Produksi ll PT. Baninusa Indonesia) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENJADWALAN PART MENGGUNAKAN PENDEKATAN MINIMASI ONGKOS TOTAL EARLINESS DAN TARDINESS (Studi Kasus Pada Departemen Produksi ll PT. Baninusa Indonesia) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
MLA Style
.PENJADWALAN PART MENGGUNAKAN PENDEKATAN MINIMASI ONGKOS TOTAL EARLINESS DAN TARDINESS (Studi Kasus Pada Departemen Produksi ll PT. Baninusa Indonesia) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text
Turabian Style
.PENJADWALAN PART MENGGUNAKAN PENDEKATAN MINIMASI ONGKOS TOTAL EARLINESS DAN TARDINESS (Studi Kasus Pada Departemen Produksi ll PT. Baninusa Indonesia) ().Teknik Industri:FTI,2005.Text