// <![CDATA[USULAN KEBIJAKAN PENENTUAN JUMLAH PEMESANAN DENGAN PEMOTONGAN HARGA MENGGUNAKAN MODEL QUANTITY DISCOUNT PRICING (Studi Kasus di PT. Badranaya Putra)]]> 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 ADRI SYAFMA PUTRA / 13-2001-177 Penulis
Peningkatan jumlah produk sosis pesaing di tingkat supermarket Griya, Borma dan Hero, yang memiliki sasaran pasar yang sama dan rata-rata harga yang lebih murah menyebabkan persaingan PT. Badranaya Putra sebagai pemasok sosis terasa berat. Untuk menarik dan mempertahankan loyalitas supermarket sebagai pembeli, maka pada saat ini PT. Badranaya Putra melakukan diferensiasi harga dengan kualitas produk yang tetap sarna. Diferensiasi harga dilakukan dengan menawarkan harga sosis yang bersaing. Kondisi biaya PT. Badranaya Putra saat ini akibat pemenuhan pesanan supermarket dirasakan memiliki beban biaya yang cukup besar. Kondisi biaya yang sama juga dirasakan oleh pihak supermarket. Untuk dapat meminimasi biaya pemasok dan biaya pembeli, maka digunakan strategi gabungan biaya kedua belah pihak. Gabungan biaya tersebut dijadikan sebagai tujuan oleh pemasok dan pembeli untuk menentukan jumlah pemesanan dengan pemotongan harga yang ditawarkan pemasok kepada pembeli. Agar pembeli mendapatkan pemotongan harga yang lebih besar, maka dilakukan koordinasi jumlah pemesanan diantara setiap cabang untuk supermarket yang sama. Melalui pemotongan harga tersebut, maka pemasok dapat melakukan diferensiasi harga untuk dapat bersaing dan diharapkan kedua belah pibak mendapatkan biaya yang lebih rendah dari kondisi saat ini, yang diindikasikan oleh saving biaya pemasok, dan pembeli. Metoda penelitian dalam Tugas Akhir ini menggunakan model quantity discount pricing (Haresh Gunarni, 2001), yaitu suatu metoda yang bertujuan untuk meminirnasi biaya gabungan (biaya pemasok+biaya pembeli). Biaya gabungan tersebut dijadikan sebagai fungsi tujuan oleh pemasok dan pembeli untuk menentukan kuantitas pemesanan optimal dan harga penawaran. Dalam Tugas Akhir digunakan struktur order uncoordination. Struktur order uncoordination adalah struktur pemesanan dengan timing pemesanan antara pembeli yang berbeda. Pemilihan struktur pemesanan tersebut dikarenakan proses koordinasi banyak dilakukan diantara setiap cabang dalam supermarket yang sama, namun tidak terkoordinasi diantara supermarket yang berbeda. Dari basil penelitian Tugas akhir ini, dapat diketahui: (1) perubahan kuantitas pemesanan akibat quantity discount untuk setiap supermarket, (2) pemotongan harga akibat quantity discount, yang merupakan selisih antara harga sosis/kg tanpa quantity discount terhadap harga penawaran sosis/kg quantity discount, (3) saving biaya pemasok dan pembeli per tiga bulan, yang merupakan selisih biaya saat ini terhadap biaya dengan quantity discount. Setelah mengetahui hasil penelitan Tugas Akhir, dapat diketahui pemberlakuaan kebijakan quantity discount akan menghemat biaya untuk kedua belah pihak dibandingkan terhadap kondisi biaya yang ada pada saat ini.