<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14683">
<titleInfo>
<title><![CDATA[USULAN PENERAPAN METODA SIX SIGMA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROSES PRODUKSI OIL RING (Studi Kasus Pada Departemen Produksi II PT. Baninusa Indonesia)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mayella Oktaviani / 13-2001-137</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2005]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>PT. Baninusa Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industry manufaktur dan memiliki strategi respon terhadap pennintaan konsumen secara Make-to-Order. Perusahaan harus menjaga kepercayaan dan kepuasan konsumen dengan memberikan produk yang berkualitas. Untuk menjaga kepercayaan dan kepuasan konsumen terhadap produk yang dipesan, maka dibutuhkan pengendalian kualitas yang baik untuk dapat mempertahankan kualitas atau bahkan meningkatkan kualitas produk.

Pada Departemen Produksi II saat ini penolakan produk relatif tinggi akibat banyaknya produk cacat. Jika penolakan produk relative tinggi sekitar 30% akibat banyak produk cacat, perusahaan akan mengalami kerugian. Perusahaan harus mengeluarkan biaya perbaikan dan biaya kegagalan pada produk yang rukerjakan ulang (rework) dan pada produk cacat yang tidak dapat diproses kembali (reject). Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan harus segera mengetahui jika terdapat penyimpangan pada proses produksi yang menyebabkan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi. Dengan demikian dapat segera dicari penyebab dari penyimpangan tersebut, kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga pada proses produksi selanjutnya penyebab penyimpangan yang sama yang menyebabkan produk cacat dapat dihindari.

PT. Baninusa Indonesia membutuhkan metoda pengendalian kualitas yang dapat mengurangi cacat (defect) pada produk dengan melakukan peningkatan dan perbaikan kualitas secara terus- menerus. Sehingga PT. Baninusa Indonesia dapat menjaga kepuasan dan kepercayaan konsumen. Metoda yang dapat dipakai, yaitu Six Sigma karena metoda ini bertujuan untuk menghasilkan produk menuju tingkat kegagalan nol (Gaspersz, 2002) dengan menggunakan 5 tahapan, yaitu Define. Measure, Analyze, Improve, dan Control. 

Penelitian dilakukan berdasarkan 5 tahapan Six Sigma. Pennasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan adalah cacat produk khususnya pada produk oil ring. Ada 16 jenis cacat yang  ditemukan. Dari 16 jenis tersebut dilakukan identifikasi jenis cacat yaitu untuk menentukan jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap kegagalan produk dilihat dari biaya reject terbesar dan didapat terus cacat Nai Mekki. 

Penentuan CTQ potensial dilakukan, berdasarkan jenis cacat yang ditemukan dan dilakukan perhitungan nilai DPMO dan tingkat Sigma. Dari hasil perhitungan didapat nilai DPMO sebesar 3694,351 dan tingkat sigma berada pada 4,180σ.

Faktor-faktor utama penyebab cacat pada Fishbone Diagram terkait dengan manusia, mesin, dan metoda. Kemudian dilakukan perbaikan terhadap penyebab-penyebab tersebut dandihitung kembali nilai DPMO dan tingkat Sigma setelah dilakukan perbaikan, didapat nilai DPMO mengalami penurunan menjadi 478,604 dan tingkat sigma mengalami peningkatan menjadi 4.810σ.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[723TI/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[723TI/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[723TI/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14684" url="" path="/132001137_723TI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[USULAN PENERAPAN METODA SIX SIGMA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROSES PRODUKSI OIL RING (Studi Kasus Pada Departemen Produksi II PT. Baninusa Indonesia)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14683]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-05 10:08:32]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-21 10:16:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>