// <![CDATA[ANALISIS PELAKSANAAN ISO/IEC 17025:]]> Arie Desrianty, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka Dosen Pembimbing 1 ERIKA HEVIE KURNIANY / 13-2001- 175 Penulis
Meningkatnya persaingan bebas tidak dapat dilepaskan dari kecenderungan yang terjadi pada kebijakan dan program yang ditetapkan oleh organisasi intemasional, seperti WTO (World Trade Organization). APEC (Asia Pacific for Economic Cooperation), AFTA (ASEAN Free Trade Area, dan lain lain. Kebijakan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut memperlihatkan bahwa negara maju yang merupakan pangsa pasar terbesar produk ekspor negara berkembang telah menerapkan standar mutu bagi produk atau jasa yang masuk ke negara tersebut. Standar mutu yang berskala intemasional tersebut akan memandu pandangan dunia dalam menilai barang dan jasa diberbagai negara. Salah satu standar mutu intemasional yang digunakan adalah ISO/lEC 17025:2000 yang berisi mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh laboratorium pengujian dan/atau kalibrasi. Oleh karena itu, penggunaan informasi teknis harus didukung dengan data hasil uji yang abash tak terbantahkan yang dihasilkan oleh laboratorium yang mempunyai kompetensi sehingga dapat dipercaya dan diakui kemampuan teknisnya. Dengan kata lain, data hasil uji laboratorium yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum akan menjadi hambatan teknis. Untuk dapat meyakinkan bahwa laboratorium mempunyai kemarnpuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium tersebut harus menerapkan system manajemen mutu laboratorium ISO/IEC 17025,. ISO/ IEC 17025: 2000 berisi tentang semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh laboratorium pengujian dari laboratoriun kalibrasi. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap pelaksanaan ISO/ IEC 17025:2000 yang terdiri dari persyaratan manajemen dan persyaratan teknis pada laboratorium pengujian di PT. Pertrunina Persero UP Vl Balongan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan persyaratan yang disyaratkan oleh ISO/IEC 17025:2000 dengan kondisi aktual dengan sumber data dokumen yang terdiri dari panduan mutu, prosedur, instruksi kerja, dan formulir. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dengan penelitian, serta pengamatan langsung di laboratorium. Temuan penting dari analisis yang dilakukan adalah untuk persyaratan manajemen untuk klausul sistem mutu, pengendalian dokumnen, kaji ulang permintaan, subkontrak pengujian dan kalibrasi, pembelian jasa dan barang, pelayanan kepada pelanggan, pengaduan, pengendalian pekerjaan pengujian yang tidak sesuai, tindakan perbaikan, tindakan pencegahan, pengendalian rekaman, audit intemal, serta kaji ulang manajemen dinilai baik. Kesenjangan/gap yang ditemui pada persyaratan manajemen antara lain mengenai organisasi dimana ada beberapa klausul yang belun dilaksanakan sesuai dengan ISO/lEC 17025:2000 seperti manajer mutu belum bebas dari tugas dan tanggung jawab lain sehingga dapat memungkinkan terjadinya pertentangan kepentingan. Temuan penting dari analisis yang dilakukan untuk persyaratan teknis untuk klausul metode pengujian, ketelusuran pengukuran, pengambilan sampel, penanganan barang yang diuji, jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi, serta pelaporan hasil dinilai baik karena laboratorium telah melaksanakan persyaratan yang disesuai dengan ISO/IEC 17025:2000. Kesenjangan/gap yang diternui pada persyaratan teknis antara lain mengenai personel dimana terdapat pelaksanaan yang belum sesuai dengan ISO/lEC 17025:2000 seperti uraian kerja yang belum terpelihara dengan baik dimana masih terdapat jabatan yang rangkap sehingga masih terdapat tumpang tindih tugas dan kewenangan dalam melakukan pekerjaan.