// <![CDATA[ANALISIS TEGANGAN ADHESIVE SINGLE LAP JOINT AKIBAT PENAMBAHAN LUBANG MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS]]> 0423037201 - Ali Atamimi S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 VEDI PRAYOGO/1220118060 Penulis
Sambungan perekat single lap joint ini banyak dipakai dilapangan dan sederhana dalam hal pembuatannya. Sambungan adhesive merupakan sambungan yang tidak hanya untuk logam penyambungannya dan bisa dipakai untuk menyambungkan dua benda dengan material yang berbeda. Penelitian saya ini membahas tentang tegangan adhesive untuk single lap joint akibat adanya lubang dan adanya penambahan lubang untuk mengurangi konsentrasi tegangan yang terjadi di lubang utama, analisis atau simulasi saya dalam perhitungan untuk mengitung tegangan yang terjadi menggunakan software Ansys workbench 2020. Variasi pemodelan yang saya gunakan variasi tanpa lubang, adanya lubang dan ada lubang tambahan dengan memvariasikan penambahan lubang diameter 8 mm sampai 14 mm dan saya variasikan juga permukaan adhesive dengan variasi 3 macam kekasaran dengan nomor kekasaran 240 (6,28μm), nomor kekasaran 120 (12,29 μm) dan nomor kekasaran 60 (20,32 μm) menggunakan solidworks. Material adhesive jenis epoxy (E = 12960 MPa ѵ = 0,34). Pada simulasi Ansys ini beban yang bekerja pada single lap joint adalah beban axial, untuk pemodelan diatas didapatkan hasil tegangan yang terjadi. Untuk variasi tanpa lubang dengan adanya lubang maka tegangannya berkurang hal ini disebabkan karena luas penampang semakin mengecil. Dengan adanya penambahan lubang dengan variasi yang berbeda maka tegangannya berkurang di diameter 15 mm pada semua variasi. Pengurangan terbesar terjadi pada variasi lubang diameter 14 mm sehingga konsentrasi tegangannya berkurang sebesar 18,89%. Dengan variasi nilai kekasaran diatas maka tegangannya naik dengan kenaikan kekasarannya. Jadi dengan penambahan lubang itu bisa mengurangi konsentrasi tegangan. Dari hasil data penelitian saya ternyata lebih efektif dengan penambahan lubang karena konsentrasi tegangannya berkurang.