// <![CDATA[PENGARUH JENIS PELARUT, KECEPATAN PENGADUKAN DAN RASIO UMPAN APDA EKSTAKSI OLEORESIN KURKUMIN DARI KUNYIT (CURCUMA DOMESTIC. VAL)]]> Ir. Carlina Noersalim, M.T Dosen Pembimbing 1 Haryono ST Dosen Pembimbing 2 Yosri Ari Avidianto / 142001090 Penulis Yudhiyanto Sofyan / 142001108 Penulis
Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang dapat tumbuh subur di Indonesia. Rimpangnya selain untuk bahan obat tradisionaJ dan bumbu dapur yang digunakan dalam bentuk segar, juga dapat diolah menjadi simplisa, minyak atsjri, oleorosin, dan bahan pewama alami (pigmen). Salah satu pemanfaatan kunyit yaitu dengan memanfaatkan pigment kurkuminoid yang terdapat dalarn oleoresin k:unyit sebagai pewama alami. Senyawa penting dalam oleoresin kunyit adalah lrurkumin. Kandungan oleoresin dalam rimpang kunyit sebesar 10-15 %, kandungan pigmen kurkwnin dalam oleoresin sebesar 12,5- 14,5 %. Oleoresin kunyit merupakan salah satu produk k:unyit yang diperoleh dengan cara ekstraksi. Pada penelitian ini ekstrak kurkumin dalam kunyit diiakukan dengan berbagai peubah percobaan. Diantaranya adalah jems pelarut (Etanol, Hexane, Benzene), kecepatan pengadukkan (200 rpm. 300 rpm, dan 400 rpm), dan perbandingan pelarutbahan dalam ml/gr {(400:100), (600: 100), (800:100)}. Dengan kondisi yang diset tetap yaitu waktu ekstraksi ( 5 jam), temperatur ( 40 °C), pengaduk yang di gunakan adalah jenis propeler dan ukuran partikel ( 40/80 mesh). Dari basil penelitian, semak:in cepat pengadukan semakin banyak oleoresin yang dihasilkan, rasio umpan semak:in besar maka oleoresin yang dihasilkanjuga akan semakin besar. Perolehan rendemen tertinggi didapat pada ekstraksi menggunakan etanol sebesar 0,1748 gr oleoresin/gr kunyit, dengan kondisi operasi, kecepatan pengaduk 400 rpm dan rasio umpan 100:600 gr/mJ. Kadar kurkurnin tertinggi didapat pada ekstraksi menggunakan pelarut hexane sabesar 20,80 %, dengan kondisi operasi, kecepatan pengaduk 400 rpm dan rasio umpan 100:600 gr/ml.