Estimasi Aerosol Optical Depth (AOD) Secara Time Series Menggunakan Citra Satelit Modis (Studi Kasus : Pulau Sulawesi)
Masalah yang selalu terjadi setiap tahun adalah pencerman udara. Penyebab dari pencemaran udara ada 2 macam yaitu biogenik (secara alamiah), contohnya debu berterbangan akibat tiupan angin, abu (debu) dan antropogenik (karena ulah manusia), contohnya hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu atau serbuk dari kegiatan industri, pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara. Ini menyebabkan terjadinya banyak aerosol dan gas rumah kaca ke atmosfer. Aerosol merupakan campuran partikel padat dan cair yang sangat kecil yang tersuspensi di atmosfer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan nilai dan persebaran AOD di Pulau Sulawesi dari Tahun 2012 sampai 2021 dengan menggunakan citra satelit MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Pengestimasian Aerosol Optical Depth (AOD) akan diobservasikan dan dianalisis dengan metode single view method menggunakan perangkat lunak daring Google Earth Engine (GEE). Dari perhitungan nilai AOD di ketahui kejadian aerosol tertinggi pada periode sepuluh (10) tahun terjadi dalam periode tahun 2015 yaitu dengan nilai 0,97834. Kata kunci : Aerosol, Aerosol Optical Depth (AOD), MODIS, G
Detail Information
Citation
APA Style
. (2023).Estimasi Aerosol Optical Depth (AOD) Secara Time Series Menggunakan Citra Satelit Modis (Studi Kasus : Pulau Sulawesi) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.Estimasi Aerosol Optical Depth (AOD) Secara Time Series Menggunakan Citra Satelit Modis (Studi Kasus : Pulau Sulawesi) ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text
MLA Style
.Estimasi Aerosol Optical Depth (AOD) Secara Time Series Menggunakan Citra Satelit Modis (Studi Kasus : Pulau Sulawesi) ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text
Turabian Style
.Estimasi Aerosol Optical Depth (AOD) Secara Time Series Menggunakan Citra Satelit Modis (Studi Kasus : Pulau Sulawesi) ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text