// <![CDATA[MUSEUM SENI LUKIS MODERN.]]> ANGGA ADHI S. / 21.2002.085 Dosen Pembimbing 1 Utami Ir. MT Titto T S, Ir. MT.
Pada kenyataannya fasilitas yang ada di kota Bandung ini untuk mewadahi hasil karya seni maupun untuk para seniman ada beberapa namun dari semua fasilitas yang ada tersebut bersekala kecil dan dibangun atas inisiatif dan upaya dari pihak senimannya sendiri seperti museum Barlie dan museum I Nyoman NuArte maka koleksi karya seni yang ada sangatlah terbatas hanya sekedar koleksi pribadi dari senimannya. Hal tesebut menjadi faktor utama untuk keberadaan museum seni rupa moderen berskala besar di kota Bandung dengan spesialisasi seni lukis moderen sangat diperlukan. Akibat belum memadainya fasilitas museum seni moderen di kota Bandung maka pelestarian dan perkembangan seni lukis moderen di kota Bandung sedikit terlambat, selain itu tingkat apresiasi masyarakat terhadap seni di kota Bandung ini menjadi terhambat. Untuk itu maka pemerintah perlu mengupayakan pendirian museum seni rupa moderen khususnya seni lukis di kota Bandung karena dengan adanya museum seni moderen berskala besar di kota Bandung ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah kota Bandung dengan semakin bertambahnya kunjungan turis lokal dan manca Negara. Untuk itu seuai dengan adanya keteapan mengenai fasilitas pariwisata dengan fungsi wisata pendidikan dalam Rencana Detail Ruang Tata Kota wilayah Cibeunying, maka pada kesempatan ini saya sebagai peserta Tugas Akhir akan mencoba mempersempit lingkup yang dirancang yaitu Museum Seni lukis Moderen di wilayah cibeunying kecamatan Bandung Wetan sesuai peruntukan Selain itu pembuatan proyek ini juga dilatar belakangi oleh suatu keinginan dari semua kalangan yang meninginkan adanya fasilitas yang mewadahi sarana – sarana untuk menampung kegiatan seni.. Dalam hal ini fasilitas yang akan direncanakan pada proyek ini yaitu fasilitas museum seni lukis modern. Mengingat masih jarangnya fasilitas yang menggabungkan antara semua jenis bidang kesenian dan fasilitas pendukung lainnya yang lengkap bagi masyarakat dan praktisi seni dalam skala besar pada satu tempat sekaligus. Penggabungan fasilitas museum seni lukis modern dan sarana tambahan seperti amphitheatre dan fasilitas tambahan lainnya yang berhubungan dengan seni.. Penggabungan berbagai kelompok aktifitas yang berbeda seperti diatas guna memenuhi kebutuhan akan fasilitas tersebut yang memang dibutuhkan. Metoda perancangan dilakukan secara bertahap, yang dimulai dari mencari literatur dan teori kuliah yang berkaitan dengan pokok bahasan. Selanjutnya dilakukan pengolahan data yang dikelompokan berdasarkan bahasannya untuk mempermudah proses analisa. Analisa dilakukan dengan cara melakukan penggabungan antara studi literatur dan hasil studi banding untuk diterapkan dengan konsep dan tema yang akan dirancang. Terakhir adalah proses perancangan yang merupakan proses penggambaran secara grafis dalam memecahkan masalah dan menerapkan hasil studi pada bangunan yang dirancang. Hasil dari proses perancangan ini disajikan melalui gambar ; site plan, block plan, denah dan potongan ; portfolio ; maket dan laporan.