// <![CDATA[KAJIAN AREA PRIORITAS PENANGGULANGAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CILEMER DAN CILIMAN]]> DITTO PURNOMO / 232018026 Penulis Dr.rer.nat. Dian N. Handiani Dosen Pembimbing 1
Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilemer dan Ciliman sering mengalami banjir akibat meluapnya anak-anak sungai di kedua DAS tersebut. Luapan anak sungai ini diperkirakan karena konversi penggunaan lahan di daerah hulu hingga ke hilir sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan area prioritas penanggulangan banjir berdasarkan area rawan banjir. Parameter penentu rawan banjir, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, jenis batuan, jenis tanah, ketinggian, dan buffer sungai. Adapun bobot parameter-parameter tersebut ditentukan dengan menggunakan metode Anlytycal Hierarchy Process (AHP). Hasil penentuan area rawan banjir di DAS Cilemer & Ciliman diklasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu tidak rawan sebesar 11% (11.968,4 ha), agak rawan sebesar 18% (18.888,31 ha), sedang sebesar 54% (58.140,93), rawan sebesar 14% (14.767,77 ha), dan sangat rawan sebesar 3% (3.509,63 ha) dari total wilayah Daerah Aliran Sungai Cilimer & Ciliman. Selanjutnya, hasil perbandingan titik kejadian banjir dengan area rawan banjir kelas rawan dan sangat rawan menunjukkan 22 titik kejadian berada di area tersebut dari 31 sampel yang tersedia, sekitar 71% sesuai. Area prioritas penanggulangan banjir menempatkan 3 kecamatan dengan luasan wilayah tertinggi, yaitu Kecamatan Sukaresmi seluas 4.603,93 ha, Kecamatan Patia seluas 3.590,96 ha, dan Kecamatan Pagelaran dengan luas wilayah area prioritas penanggulangan seluas 2.378,04 ha. Kata Kunci: Rawan Banjir, Analytycal Hierarchy Process (AHP), DAS Cilemer & Ciliman