// <![CDATA[WEBGIS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK PADA SUB WILAYAH KOTA ARCAMANIK KOTA BANDUNG]]> 0010045801 - Aprilana, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 STEVANO HANZARI / 232018032 Penulis
Pemanfaatan ruang kota oleh masyarakat menyebabkan berkurangnya RTH di setiap daerah. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi akibat arus migrasi dan urbanisasi mengakibatkan munculnya sejumlah permasalahan di perkotaan, diantaranya tingginya tekanan terhadap pemanfaatan ruang kota yang dimana banyak alih guna lahan yang seharusnya di pergunakan untuk Ruang Terbuka Hijau namun di alih gunakan oleh masyarakat untuk pembangunan pribadi. Terbatasnya ruang terbuka publik berupa ruang terbuka hijau juga mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan seperti terjadinya banjir, tingginya polusi udara yang mengakibatkan berkurangnya oksigen khususnya pada Wilayah Arcamanik memiliki beberapa daerah rawan banjir dari beberapa kecamatan di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan tujuan untuk mengidentifikasikan kondisi eksisting kesesuaian lahan ruang terbuka hijau tahun 2022 menurut RDTR yang berada SWK Arcamanik menggunakan WebGIS. Metode SIG bertujuan untuk menjelaskan kondisi ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan sebarannya. Serta membandingkan kondisi eksisting ruang terbuka hijau dengan RDTR Kota Bandung. Perubahan penggunaan lahan dilakukan denga melakukan observasi lapangan untuk menunjukan perbedaan dengan RDTR Kota Bandung. Hasil dari data yang didapatkan dapat ditunjukan bahwa kondisi eksisting RTH taman unit lingkungan/kota, RTH pemakaman, dan RTH Plestarian Alam di SWK Arcamanik, yaitu sebesar luas sesuai 132,07 Ha presentase 0,79% terhadap luas kota dan 8,28% terhadap luas SWK. Di visualisasikan dalam bentuk WebGIS yang terdapat fitur- fitur yang membantu users untuk mengakses dengan mudah. Kata kunci: RTH SWK Arcamanik, WebGIS, Ruang Terbuka Hijau, WebGIS RTH Arcamanik, SWK Arcamanik