// <![CDATA[PERANCANGAN PERSONAL BRANDING DARSO MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK]]> Adin Nugroho Pratama / 332008013 Penulis Hendro Prayitno, S.Sn. Dosen Pembimbing 1 Fanhas Atsar, M.Ds. Dosen Pembimbing 2
Sosok Darso sebagai seniman pop Sunda dan semangatnya yang selama ini telah melahirkan banyak karya musik pop Sunda kurang diapresiasi oleh generasi muda Sunda saat ini, meskipun selera musik dan minat terhadap idola tidak dapat dipaksakan karena subjektifitas selera individu, selayaknya pelaku seni dan karya seseorang berhak diapresiasi secara positif terlebih menyangkut jatidiri dan budaya sendiri khususnya budaya lokal dan local genius-nya. Kesenjangan selera musik dan persepsi yang berkembang di kalangan anak muda bahwa Darso dan musik pop Sunda adalah musik kelas dua dan kampungan, menjadi sebuah tembok penghalang yang menghambat nilai-nilai lain yang sebenarnya layak dijadikan inspirasi positif dari sosok Darso dan musiknya untuk disampaikan. Di luar persepsi-persepsi yang ditempelkan pada diri Darso dan musiknya, sepatutnya generasi muda lebih sensitif dan menyadari bahwa nilai positif yang dimiliki seseorang dapat terbungkus oleh cara apapun. Dalam hal ini Darso melakukan dengan cara dan kreatifitasnya sendiri, yang patut dilihat adalah semangat, konsistensi, orisinalitas, menjadi diri sendiri dan kebanggaan akan kebudayaan sendirilah yang sepantasnya dilihat dan dimaknai lebih dalam. Maka dari itu diperlukan sebuah solusi untuk menjembatani komunikasi yang senjang sekian lama berupa sebuah perancangan Personal Branding Darso melalui media coffee table book yang mengkomunikasikan kembali sosok Darso untuk mengingatkan kembali bahwa masyarakat Jawa Barat khususnya orang Sunda mempunyai jatidiri musiknya sendiri dan untuk memberikan spirit kepada generasi muda Sunda untuk setidaknya ingat dan mengapresiasi secara positif musik pop Sunda.