// <![CDATA[PENENTUAN STATUS EKOSISTEM EMBUNG KOTA CIMAHI DAN PENGELOLAANNYA (STUDI KASUS:]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 NURUL AULIA FITRIANI / 252018053 Penulis
Pembangunan embung di Kota Cimahi digunakan sebagai kolam penampungan air hujan dan dimanfaatkan sebagai cadangan air baku. Embung Setiamanah merupakan salah satu dari 5 embung yang masih dapat dilakukan pemanfaatan sebagai kolam penampungan air hujan, akan tetapi belum digunakan sebagaimana mestinya sehingga perlu dilakukan revitalisasi. Penilaian dilakukan dengan cara penelitian di lapangan ditinjau dari 3 aspek (akuatik, sempadan, dan terestrial). Ekosistem akuatik dengan parameter mutu air terancam, trofik rusak, jejaring makan rusak, tutupan lahan baik, dan alga baik. Ekosistem sempadan dengan parameter sempadan rusak, dan pembuangan limbah pada badan embung rusak. Ekosistem terestrial dengan parameter penutupan vegetasi lahan terancam, pendangkalan rusak, dan pembuangan limbah pada sungai rusak. Parameter dengan status terancam hingga rusak perlu dilakukan pengelolaan. Berdasarkan hasil perhitungan potensi beban pencemar, didapatkan beban yang pencemar tertinggi berasal dari sektor domestik. Rusaknya ekosistem sangat dipengaruhi besar oleh limbah domestik. pengelolaan secara teknis dengan membuat SPALD-T, pengerukan embung, pembuatan green belt, dan perbaikan kontruksi. Non-teknis dilakukan regulasi dengan stake holder terkait, dan pembentukan pengelola. Kata Kunci: Embung Setiamanah, Penentuan penilaian ekosistem, Pengelolaan