STUDI KUANTIFIKASI PENURUNAN EMISI PENCEMAR UDARA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA
Provinsi DKI Jakarta termasuk kedalam kota metropolitan, dimana hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia, tingginya tingkat polusi tersebut menuai berbagai kecaman dari masyarakat. Salah satu emisi terbesar adalah berasal dari sektor transportasi. Studi penelitian ini menganalisis emisi sektor transportasi di Provinsi DKI Jakarta, dan dianalisis dengan membandingkan tiga skenario penurunan emisi yaitu skenario ganjil-genap, Euro 4 dan CNG dengan skenario BaU pada tahun 2025 dan 2030 untuk melihat reduksi emisi yang dapat dihasilkan dengan penerapan skenario penurunan emisi yang dilakukan dan dilakukan simulasi dispersi menggunakan AERMOD untuk memprediksi arah sebaran emisi yang akan terjadi. Penelitian ini menggunakan workbook Atmoshperic Brown Cloud – Emission Inventory Manual (ABC-EIM) dan aplikasi On-Road Transport Emission Calculator untuk menghitung perkiraan emisi yang dihasilkan. Dari penerapan tiga scenario yang digunakan didapatkan data penurunan emisi terbesar untuk polutan NOx adalah sebesar 38,28% pada tahun 2025 dengan menerapkan scenario Euro 4 dan pada peta isoplet NOX Euro 4 terlihat emisi maksimum 10811 μg/m3 pada 1 jam, 24 jam menjadi 5349 μg/m3 dan dalam 1 tahun menjadi 1678,4 μg/m3. Untuk polutan CO penurunan emisi terbesar diperoleh dengan menerapkan skenario CNG dengan nilai reduksi terbesar adalah sebesar 52,52% pada tahun 2030 dan pada peta isoplet CO CNG terlihat emisi maksimum 430508,3 μg/m3 pada 1 jam dan dalam 8 jam menjadi 343648,1 μg/m3. Untuk polutan SO2 penurunan emisi terbesar diperoleh dengan menerapkan skenario CNG dengan nilai reduksi terbesar adalah sebesar 88,99% pada tahun 2025 dan pada peta isoplet SO2 CNG terlihat emisi maksimum 13975,1 μg/m3 pada 1 jam, 24 jam menjadi 6914,5 μg/m3 dan dalam 1 tahun menjadi 2169,6 μg/m3. Untuk polutan PM2.5 penurunan emisi terbesar diperoleh dengan menerapkan skenario CNG dengan nilai reduksi terbesar adalah sebesar 71,64% pada tahun 2030 dan pada peta isoplet PM2.5 CNG terlihat emisi maksimum 5343 μg/m3 pada 24 jam dan dalam 1 tahun menjadi 1676,6 μg/m3.
Kata kunci: Emisi Polutan, Penurunan Emisi, Sektor Kendaraan, Provinsi DKI Jakarta
Detail Information
Citation
APA Style
. (2023).STUDI KUANTIFIKASI PENURUNAN EMISI PENCEMAR UDARA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.STUDI KUANTIFIKASI PENURUNAN EMISI PENCEMAR UDARA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2023.Text
MLA Style
.STUDI KUANTIFIKASI PENURUNAN EMISI PENCEMAR UDARA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2023.Text
Turabian Style
.STUDI KUANTIFIKASI PENURUNAN EMISI PENCEMAR UDARA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2023.Text