// <![CDATA[STUDI PENURUNAN BEBAN EMISI PENCEMAR UDARA PADA SEKTOR PEMBANGKIT LISTRIK, INDUSTRI MANUFAKTUR, PERUMAHAN DAN KOMERSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS UDARA DI PROVINSI DKI JAKARTA]]> Dr. Eng. Didin A. Permadi M.Eng Dosen Pembimbing 1 CITRA RUSLIANI / 252018090 Penulis
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) provinsi menunjukkan kualitas udara cenderung menurun. Hal ini terlihat dari kategori ISPU “Tidak Sehat” dari tahun 2014 – 2018 yang cenderung meningkat; karenanya polusi udara telah menjadi masalah lingkungan yang nyata di DKI Jakarta. Database inventarisasi emisi telah dikembangkan untuk menunjukkan kontribusi emisi pada sector pembangkit listrik, manufaktur, perumahan dan komersial terhadap total emisi. Estimasi emisi ini berguna untuk menyusun rencana aksi penurunan emisi hingga tahun 2030 bagi pemerintah provinsi. Beberapa opsi untuk langkah-langkah pengurangan emisi diperoleh dari analisis kebijakan dan kemudian pengurangan tersebut dikuantifikasi menggunakan Excel Workbook Atmospheric Brown Cloud (ABC) Emission Inventory Manual (EIM). Hasil perhitungan skenario penurunan emisi tahun 2030 pada sektor pembangkit listrik paling efektif menurunkan parameter SO2 yaitu sebesar 8,44%, pada sektor industri manufaktur paling efektif menurunkan parameter SO2 yaitu adalah sebesar 74,49%, pada sector perumahan efektif menurunkan semua parameter sama yaitu sebesar 4%, dan pada sektor komersial efektif menurunkan parameter PM2,5 yaitu sebesar 100%. Semua pengurangan emisi membawa peningkatan kualitas udara seperti yang ditunjukkan dari simulasi AERMOD. Aksi paling benkontribusi dengan konsentrasi maksimum pada parameter NOx sebesar 53.361 μg/m3, parameter CO sebesar 981 μg/m3, parameter PM2,5 sebesar 2.145,2 μg/m3, dan parameter SO2 sebesar 5.632,3 μg/m3 dihasilkan oleh sektor industri manufaktur. Kata kunci: ABC-EIM, Provinsi DKI Jakarta, Polusi Udara, Penurunan Emisi, AERMOD