// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING AIR BERSIH, AIR LIMBAH DAN GAS MEDIK NITROGEN (N2) DI RUMAH SAKIT EDELWEISS BANDUNG]]> 0421077802 - Kancitra Pharmawati ST, MT. Dosen Pembimbing 1 FILLYA VALLYANA NOVARIZAL / 25-2015-035 Penulis
Rumah Sakit Edelweiss dibangun untuk memenuhi kebutuhan fasilitas rumah sakit di Kota Bandung. Salah satu sarana penunjang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit adalah prasarana sanitasi mencakup system plambing. Perencanaan sistem plambing sangat dibutuhkan untuk menunjang penyediaan air bersih dan penyaluran air limbah. Penyediaan kebutuhan air bersih dapat ditentukan berdasarkan jumlah populasi dimana jumlah populasi dalam gedung adalah 967 orang membutuhkan 101,260 m3/hari . Sistem pengaliran yang dugunakan adalah sistem tangki atap, dimana air akan ditampung terlebih dahulu pada tangki bawah dengan kapsitas 125 m3 kemudian dipompa menuju tangki atap dengan kapasitas 56 m3 lalu dialirkan secara gravitasi ke setiap alat plambing. Penyaluran air limbah menggunakan sistem gravitasi, dimana timbulan air limbah sebesar 81,01 m3/hari yang dihasilkan dari setiap alat plambing dialirkan ke Sewage Treatment Plant (STP) setelah diolah dapat digunakan kembali. Perencanaan jalur dan dimensi pipa mengacu pada SNI 8153-2015. Jenis pipa yang digunakan untuk air bersih adalah Poly Propilene Random (PPR) dan untuk air limbah adalah PolyVinyl Chloride (PVC) dengan diameter berada pada rentang 20 mm sampai 114 mm. Diperlukan upaya konservasi air berdasarkan PerWal Kota Bandung No 1023 tahun 2016 yaitu menggunakan kembali air daur ulang sebesar 72,91 m3/hari setalah diolah lalu digunakan kembali untuk kebutuhan flushing. Saniter hemat air untuk menghemat penggunaan air bersih sebesar 34,38%. Rainwater harvesting yang dapat digunakan sebagai air baku untuk air bersih. Sumur resapan untuk meresapkan air yang jatuh pada permukaan guna menjaga kuantitas air tanah. Kata kunci: Rumah Sakit, Air Bersih, Air Limbah, Konservasi Air