// <![CDATA[PEMURNIAN BIOETANOL FUEL GRADE MENGGUNAKAN METODE DISTILASI-DEHIDRASI SECARA FISIK DAN KIMIA SERTA DENGAN EKSTRAKSI MENGGUNAKAN DIETILEN GLIKOL]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 DANI IHWAN NULMUSLIMIN/142018033 Penulis ZIVEN SHAQUILLA AKBAR/142018044 Penulis
Bioethanol fuelgrade merupakan bioethanol yang memiliki konsentrasi lebih dari 99%. Untuk mendapatkan bioethanol dengan konsentrasi di atas 99% dapat dilakukan antara lain dengan 3 metode pemurnian yaitu distilasi-dehidrasi fisik, distilasi-dehidrasi kimia, dan ekstraksi. Tujuan khusus pada penelitian ini yaitu Menentukan pengaruh konsentrasi umpan terhadap konsentrasi etanol hasil distilasi azeotrop. Menentukan pengaruh massa zeolite terhadap besarnya konsentrasi etanol yang dihasilkan melalui proses dehidrasi fisik. Menentukan pengaruh massa batu kapur (CaCO3) terhadap besarnya konsentrasi etanol yang dihasilkan melalui proses dehidrasi secara kimia. menentukan pengaruh perbandingan volume etil asetat terhadap volume etanol-air pada besarnya konsentrasi etanol yang dihasilkan melalui proses ekstraksi cair-cair. Menentukan proses pemisahan terbaik ditinjau dari koonsentrasi etanol yang mengahasilkan konsentrasi etanol fuelgrade. Semakin banyak massa zeolite yang digunakan (100-300gram) pada proses permunian dehidrasi fisik akan menghasilkan konsentrasi etanol semakin tinggi (98,94-99,74) %v/v dan hasil terbaik yang dihasilkan masuk dalam kategori etanol fuel grade (99,74%v/v). Sealain itu semakin banyak massa CaCO3 yang digunakan (100-300gram) pada proses pemurnian dehidrasi kimia akan menghasilkan konsentrasi etanol semakin tinggi (98,94-99,55%v/v) dan hasil terbaik yang dihaslikan masuk kedalam kategori etanol feuelgrade (99,55%v/v). Dan semakin besar perbandingan pelarut deiatilen glikol terhadap larutan etanol-air (1;1-5;1v/v) pada proses pemurnian ekstraksi akan menghasilkan konsentrasi etanol semakin tinggi (99-99%v/v) dan hasil terbaik yang di hasilkan masuk ke kadalam kategori etanol fuelgrade (99,84%v/v). Dari ketiga proses pemisahan, proses pemisahan secara ekstraski menghasilkan konsentrasi etanol fuelgrade paling tinggi (99,98%v/v).