PERANGKAT PENDUKUNG PERANCANGANTATALETAKFASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK
Perancangan tata leta fasilitas merupakan langkah penting dalam proses perencanaan fasilitas. Permasalahan yang sering terjadi dalam industri manufaktur adalah ongkos material handling yang tinggi karena 20%-50% dari total ongkos produksi diperkirakan berasal dari ongkos material handling (Tompkins, et al., 1996). Permasalahan ini berkaitan erat dengan perancangan tata letak fasilitas karana penempatan fasilitas yang baik akan membuat pola aliran barang menjadi efektif dan efisien sehingga ongkos material handling dapat direduksi hingga 10%-30% (Meller dan Gau, 1996).
Salah satu metode perancangan tata letak fasilitas adalah algoritma Heuristically Operated Placement Evolution (HOPE) yang dikembangkan oleh Kochhar, et al. (1997). Persoalan perancangan tata letak fasilitas pada metode ini direpresentasikan dengan menggunakan konsep space-filling curves sehingga bentuk departemen dapat diatur secara fleksibel dan tidak terbatas hanya dalam bentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar dan pencariansolusi rancangan tata letak terbaik dilakukan dengan menggunakan algoritma genetik. Hasil perancangan metode ini berupa tata letak fasilitas dalam ukuran sebenarnya. Metode ini memiliki beberapa keterbatasan dalam hal fisibilitas penempatan mesin dan rancangan yang dihasilkan masih berupa kode dan belum memperhatikan bentuk departemen sehingga hasil yang diperoleh sulit untuk diimplementasikan.
Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan perangkat pendukung perancangan tata letak fasilitas unequal area berbasiskan pada algoritma Heuristically Operated Placement Evolution (HOPE) dengan mempertimbangkan fisibilitas penempatan mesin. Rancangan akhir akan menghasilkan gambar dua dimensi yang diimplementasikan dalam perangkat pendukung (software) Computer Aided Design (CAD) standard. Perancanganperangkat pendukung perancangan tata letak fasilitas dilakukan dengan cara menambahkan persamaan matematis pada prosedur penentuan jumlah grid yang dibutuhkan untuk setiap departemen, sehingga semua mesin dapat ditempatkan secara fisibel. Pencarian solusi rancangan tata letak terbaik dilakukan dengan menggunakan algoritma genetik dengan kriteria meminimumkan total ongkos material handling. Hasil rancangan yang dihasilkan berupa kode akan ditransformasi ke dalam bentuk gambar dua dimensi yang diimplementasikan dalam perangkat pendukung (software) Computer Aided Design (CAD) standar.
Perangkat pendukung perancangan tata letak fasilitas berbasis algoritma genetik yang dirancang pada penelitian ini dapat mempertukarkan departemen yang memiliki bentuk dan ukuran berbeda. Hasil rancangan sudah memperhatikan fisibilitas penempatan mesin sehingga semua mesin dalam setiap departemen dapat ditempatkan tanpa melebihi batas/area departemen. Hasil rancangan berupa Area Allocation Diagram (AAD) dalam bentuk gambar dua dimensi yang diimplementasikan dalam perangkat pendukung(software) CAD standar (AutoCAD 2002) untuk mempermudah dalam melanjutkan perancangan tata letak fasilitas ke tahap selanjutnya (template).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PERANGKAT PENDUKUNG PERANCANGANTATALETAKFASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERANGKAT PENDUKUNG PERANCANGANTATALETAKFASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.PERANGKAT PENDUKUNG PERANCANGANTATALETAKFASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PERANGKAT PENDUKUNG PERANCANGANTATALETAKFASILITAS BERBASIS ALGORITMA GENETIK ().Teknik Industri:FTI,2003.Text