PENGARUH ZONA GRADASI AGREGAT HALUS PADA SIFAT MEKANIK BETON DENGAN fc’ 30, 40, DAN 50 MPa
Zona gradasi agregat halus dapat mempengaruhi kekuatan beton terutama sifat saling mengunci (interlocking) antar butiran, interlocking bekerja jika beton menerima gaya tekan. Kondisi
agregat halus di lapangan tidak secara tegas berada di zona gradasi tertentu, maka dilakukan pemisahan agregat untuk mendapatkan fraksi zona yang diinginkan. Setelah didapat fraksi zona yang diinginkan tersebut kemudian dilakukan pencampuran komposisi yang diinginkan. Metoda SK. SNI T-15-1990-03 digunakan untuk menghitung komposisi campuran beton
dengan kuat tekan rencana 30, 40, dan 50 MPa. Penambahan superplasticizer dimaksudkan untuk mempertahankan tingkat kelacakan dan kuat tekan beton. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm, pada umur beton 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin halus pasir (zona makin besar) maka slump akan makin rendah, hal ini dimungkinkan karena makin halus agregat halus maka penyerapan air akan makin besar sehingga nilai slump turun. Untuk kuat tekan yang sama, makin kecil zonanya maka makin besar kuat tariknya karena makin kecil zona maka persentase agregat halus akan besar juga sehingga kekuatan lekatnya makin besar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).PENGARUH ZONA GRADASI AGREGAT HALUS PADA SIFAT MEKANIK BETON DENGAN fc’ 30, 40, DAN 50 MPa ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH ZONA GRADASI AGREGAT HALUS PADA SIFAT MEKANIK BETON DENGAN fc’ 30, 40, DAN 50 MPa ().Teknik Sipil:FTSP,2008.Text
MLA Style
.PENGARUH ZONA GRADASI AGREGAT HALUS PADA SIFAT MEKANIK BETON DENGAN fc’ 30, 40, DAN 50 MPa ().Teknik Sipil:FTSP,2008.Text
Turabian Style
.PENGARUH ZONA GRADASI AGREGAT HALUS PADA SIFAT MEKANIK BETON DENGAN fc’ 30, 40, DAN 50 MPa ().Teknik Sipil:FTSP,2008.Text