ANALISIS PENGARUH TOLERANSI DIMENSI TEBAL HEAD PELATUK TERHADAP HARGA DAN ONGKOS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FUNGSI KERUGIAN KUADRATIK ( STUDI KASUS DI PT. 'XYZ' BANDUNG)
Penolakan produk oleh pelanggan akibat ketidaksesuaianspesifikasi dapat merugikan perusahaan di satu pihak yang meliputi opportunity cost, biaya re-work maupun munculnya keluhan. Di pihak lain kerugian bagi konsumen meliputi kerusakan sebelum waktunya, berkurangnya umur ekonomis, dan perbaikan karena tidak sesuai spesifikasi.
Besarnya kerugian akibat variasi produk mengikuti persamaan parabola/kuadratik dimana semakin kecil variasi produk yang dihasilkan, maka semakin kecil pula biaya kerugian yang ditimbulkan. Untuk melihat hubungan fungsional antara variasi produk dengan biaya dapat digambarkan dalam bentuk kurva Fungsi Kerugian Kuadratik (Quadratic Loss Function = QLF) dengan menggunakan Metoda Taguchi. Analisis hasil pengukuran Fungsi Kerugian Kuadratik (FKK) dimulai dengan melihat dan mengamati kecenderungan dari dampak kerugian yang dialami perusahan sebagai produsen maupun konsumen sebagai pemakai akibat terdapatnya sejumlah produk yang tidak tepat pada target kualitas sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Kajian untuk mencari titik keseimbangan antara manfaat yangakan dinikmati oleh pemakai dan ongkos yang harus dikeluarkan untuk memperoleh manfaat tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu.Hal tersebut juga merupakan salah satu sasaran dilihat dari sudut pandang pengendalian kualitas melalui penentuan fungsi kerugian (loss function) yangsesuai serta optimasi dalam penentuan tingkat kualitas (level of quality) produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, level of quality suatu produk didefinisikan oleh batas-batas toleransi yang menentukan jumlah produk yang ditolak atau diterima.
Pada penelitian yang dilakukan terhadap dimensi tebal head produk pelatuk sebanyak 100 unit pesanan konsumen yang diproduksi PT. "XYZ", didapatkan 2 nilai h optimal (h*). Pertama yaitu dalam usaha menyeimbangkan antara penurunankeuntungan produsen dan kerugian konsumen didapat nilai h*1 = 1,22888. Sedangkan alternatif solusi yang kedua merupakan minimasi kerugian produsen dan konsumen diperoleh h*2 = 1,39. Solusi ini bukan merupakan titik keseimbangan antara produsen dan konsumen, akan tetapi solusi tersebut dapat memberikan manfaat secara agregat yang paling optimal pada produsen dan konsumen. Untuk mengetahui pengaruh toleransi terhadap harga dan ongkos produksi dapat dilihat pada table berikut ini :
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin ketat batas-batas toleransi yang ditetapkan, semakin tinggi rata-rata tingkat kualitas produk yang dihasilkan akan mengakibatkan porsi produk yang diterima (masuk ke dalam batas toleransi) akan semakin kecil. Adanya pembebanan ongkos produksi dari produk yang tidak memenuhi spesifikasi terhadap produk yang memenuhi spesifikasi akan mengakibatkan kenaikan ongkos produksi. Dengan tidak melakukan perubahan pada prosentase keuntungan, maka dengan sendirinya harga produk akan mengalami kenaikan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).ANALISIS PENGARUH TOLERANSI DIMENSI TEBAL HEAD PELATUK TERHADAP HARGA DAN ONGKOS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FUNGSI KERUGIAN KUADRATIK ( STUDI KASUS DI PT. 'XYZ' BANDUNG) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS PENGARUH TOLERANSI DIMENSI TEBAL HEAD PELATUK TERHADAP HARGA DAN ONGKOS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FUNGSI KERUGIAN KUADRATIK ( STUDI KASUS DI PT. 'XYZ' BANDUNG) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.ANALISIS PENGARUH TOLERANSI DIMENSI TEBAL HEAD PELATUK TERHADAP HARGA DAN ONGKOS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FUNGSI KERUGIAN KUADRATIK ( STUDI KASUS DI PT. 'XYZ' BANDUNG) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.ANALISIS PENGARUH TOLERANSI DIMENSI TEBAL HEAD PELATUK TERHADAP HARGA DAN ONGKOS PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FUNGSI KERUGIAN KUADRATIK ( STUDI KASUS DI PT. 'XYZ' BANDUNG) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text