// <![CDATA[PENERAPAN METODA ANAL/TICAL HIERARCY PROCESS (AHP) DALAM MENENTUKAN PRIORITAS MODEL HOLDING TERBAIK UNTUK PERUSAHAAN PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk]]> Drs. R. Hari Adianto, MT. Dosen Pembimbing 1 Hendang Setyo R., ST., MT. Dosen Pembimbing 2 ARDITO UMAR MEDIATMA / 131996113 Penulis
Dengan diberlakukannya AFTA pada tahun 2005maka dunia bisnis akan segera menjadi tanpa batas dimana bisnis domestik akan menjadi bisnis global. Perspektif bisnis dan dunia usaha secara global menjadikan bisnis internasional tidak lagi berlangsung antar negara tetapi sudah bertransformasi menjadi persaingan antar perusahaan. Kondisi ini berlaku juga untuk sektor bisnis telekomunikasi dimana persaingan akan menjadi sangat kompetitif Untuk mengantisipasikondisi tersebut maka pemerintah mengeluarkan UU/No.36/ t 999yang berisi pembagian hak pelayanan telekomunikasi yang selama ini dipegang PT.TELKOM kepada PT.INDOSAT. Dengan diberlakukannya UU/No.36/l999, maka struktur pasar jasa telekomunikasi berubah dari monopoli menjadi oligopoli. Mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis PT.TELKOM melakukan perubahan strategi perusahaan (orientasi strategis). Agar strategi perusahaan yang baru bisa tercapai dengan baik maka perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi. Program restrukturisasi perusahaan PT TELKOM mencakup perubahan strategi korporasi dari memperlakukan unit-unit produksi perusahaan yang pada awalnya tergabung dalam bisnis tunggal menjadi multi bisnis dan diikuti dengan perubahan desain organisasi dari struktur fungsionaL berubah menjadi perusahaan holding (struktur organisasi bertingkat). Penelitian ini dimaksudkan untuk membantu pemilihan struktur organisasi (model holding) yang terbaik bagi PT.TELKOM. Model-model holding yang diseleksi merupakan hasil rancangan daridewan direksi PT. TELKOM berasal merupakan masukan dari pihak-pihak terkait dari seluruh elemen perusahaan. Alternatif model holding ini adalah: Model Holding PMVIS, Best Practice, Konglomerasi dan Integrated Structure. Pada penelitian ini ini metoda yang digunakan untuk pemilihan model holding terbaik adalah metoda AHP (Analitical Hierarchy Process) adapun kriteria pemilihan struktur organisasi yang bisa dipertanggungjawabkan baik dari sisi perusahaan dan para pemegang saham (Meneg BUMN). Kriteria pemilihan tersebut merupakan elemen pembanding untuk menilai kekuatan dan kelemahan struktur organisasi perusahaan (model Holding). Kriteria dan Sub Kriteria yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Kriteria Fit Driver Test, yang terdiri dari: Sub kriteria Parenting advantages rest, sub kriteria People Test, sub kriteria Feasibility Test dan sub kriteria Market Advantage. Kriteria Good Design Principles, yang terdiri dari: Sub kriteria Culture Test, sub kriteria Difficult Link Test, sub kriteria Redundant Hierarchy Test, sub kriteria Accountability test dan sub kriteria Flexibility Test. Hasilnya diperoleh bobot kepentingan dari setiap alternative model struktur organisasi adalah sebagai berikut : Model Holding Konglomerasi 0.343, Model Holding PMVlS 0.281, Model Holding integrated Structure 0.231, dan Model Holding Best Practice 0.145.Model holding terpilih yang dianggap paling layak untuk PT.TELKOM adalah model holding konglomerasidengan bobot kepentingan tertinggi. Paralel dengan langkah perhitungan bobot tiap alternatif dilakukan studi literatur dan analisis dokumen perusahaan mengenai bentuk hubungan bisnis yang dilakukan PT.TELKOM sebagaiperusahaan induk dengan anak-anak perusahaan dibawahnya, berupa Rancangan induk struktur bisnis PT.TELKOM. Paparan rancangan induk ini hanya diulas secara terbatas dalam penelitian ini karena berkaitan erat dengan rahasia perusahaan.