// <![CDATA[ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP KOSMETIK MEREK MUSTIKA RATU DENGAN MENGGUNAKAN TEORI FISHBEIN]]> Ir. Yuniar, MT. Dosen Pembimbing 1 Hendang S.R , ST., MT Dosen Pembimbing 2 N.G.A.N MILA INDRIYANI / 13-1997-019 Penulis
Wanita merupakan target yang potensial dalam bisnis kecantikan dan perawatan tubuh. Hal ini disebabkan oleh keinglnan wanita yang selalu ingin mencoba berbagal jenis kosmetik untuk mencapainya. Gencamya konsep kembali ke alam membuat konsumen wanita mempercayai produk-produk tradisional untuk mempercantik dan merawat dirinya. Pelopor produsen kosmetik tradisional adalah Mustika Ratu. Pada awal tahun 1970-an dengan merek Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo dan Martha Tilaar bekerjasama berupaya agar jamu dan kosmetik tradisional Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pada tanggal 7 Februari 1977 mereka sepakat berpisah. Mustika Ratu tetap dipegang Mooryati Soedibyo, sedangkan Martha Tilaar mengeluarkan merek SariAyu. H Hadirnya Sari Ayu sebagai pesaing dengan target pasar yang relatif sama membuat Mustika Ratu ingin melakukan pengukuran sikap terhadap merek kosmetiknya dibandingkan merek Sari Ayu. Pengukuran sikap ini dilakukan agar Mustika Ratu dapat mengkaji hal-hal yang kurang dari produknya untuk meningkatkan dan mempertahankan sikap positif konsumen dalam menghadapl persaingan. Selain itu penelitian juga dilakukan agar dapat menganalisis hasil pengukuran sikap untuk mempengaruhi sikap konsumen terhadap merek Mustika Ratu. Pengukuran sikap dilakukan dengan menggunakan metode Multiatribut yang dikemukakcm oleh Fishbein. Metode Multiatribut menerangkan proses integrasi yang mengkombinasikan pengetahuan produk yaitu evaluasi dan kekuatan kepercayaan terhadap atribut-atribut yang dimiliki produk untuk membentuk sikap yang menyeluruh. Selain itu dilakukan pengujian dengan menggunakan metode Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara faktor usia konsumen dalam memilih merek kosmetik. Dasar dari pemilihan faktor usia karena pengkategorian kosmetik biasanya didasarkan pada usia dari pengguna kosmetik. Analisis dilakukan terhadap hasil penelitian dengan menggunakan kedua metode tersebut. Analisis dibagi menjadi liga yaitu analisis terhadap atribut-atribut produk, analisis nilai sikap terhadap objek, dan analisis pengaruh faklor pribadi terhadap kecenderungan pemilihan merek kosmetik.