ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PROSES PEMBUATAN KERAMIK (STUDI KASUS PADA PT.
PT."X'' masih belum memperhatikan mengenai biaya kualitas yang terjadi. Perusahaan menjalankan kegiatan kualitasnya berjalan sebagaimana adanya tanpa memperhitungkan biaya biaya kualitas. Sehingga diperlukan suatu cara untuk mengetahui biaya kualitas yang terjadi, yaitu dengan cara mengidentifikasi dan menghitung biaya kualitas dan selanjutnya diarahkan menganalisis biaya kualitas dalam hubunganya dalam peningkatan kualitas dan pengurangan biaya.
Biaya kualitas mengidentifikasikan nilai atau biaya yang terlibat dalam tiap elemen Kegiatan kualitas dan secara nyata menunjukkan dengan tepat bldang masalah utama sebagai pedoman prioritas perbaikan dan pengendalian kualitas yang paling potensial dalam meningkatkan kualitas dan profit yang ingin dicapai.
Biaya kualitas yang terjadi atau teridentifikasi dari produk keramik floor tile tipe 40x40, dikelompokkan berdasarkan kategori biaya kualitas yaitu biaya pencegahan terdiri dari biaya perencanaan kualitas dan biaya proses kontrol, biaya penilaian terdiri dari biaya pengujian, biaya evaluasi persediaan, biaya pemeriksaan oleh tenaga kerja dan biaya kalibrasi alat, biaya kegagalan internal terdiri dari biaya disposisi, biaya scrap dan biaya akibat kerusakan, dan biaya kegagalan external terdiri dari biaya penggantian.
Berdasarkan basil dari perhitungan biaya kualitas diketahui total biaya kualitas tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar Rp. 439.786.820,00. dengan produk keramik tipe 40x40 yang dihasilkan 133.368 m2 dan terendah (kecuali bulan November) terjadi pada bulan Februari sebesar Rp. 357.525.665,00 dengan produk keramik tipe 40x40 yang dihasilkan 122.416 m2. Hal ini menunjukkan bahwa performansi kualitas pada bulan Februari lebih baik dari bulan Desember 2003.
Teknik Anatisis Biaya Kualitas yang digunakan yaitu Analisa Pareto, Analisis Kecenderungan dan Analisis Matrik Hubungan Kategori Biaya Kualitas.
Berdasarkan diagram pareto didapat dari sub-kategori yang menyerap biaya kualitas yang tinggi yaitu scrap dan akibat kerusakan mesin. Sub-kategori terscbut merupakan prioritas utama yang harus diperbaiki dan dikendalikan sehingga biaya kualitas dapat ditekan dan kualitas produk dapat dltingkatkan.
Dari analisis kecenderungan dapat diketahui kategori dan sub-kategori mana yang setiap bulan menjadi penyebab besarnya biaya kualitalitas, sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan sebagai prioritas utama.
Persentase masing-masing kategori biaya kualitas (rata-rata) yaitu biaya pencegahan sebesar 1.43 %, biaya penilaian sebesar 6,73 %, biaya kegagalan internal sebesar 87,23% dan biaya kegagalan eksternal sebesar 4,61 % dari total biaya kualitas yang didapat dari Matrik Hubungan Kategori Biaya Kualitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi pembiayaan pada perusahaan berada pada zona peningkatan kualitas (zone improvement project ). Dimana kondisi biaya kegagalan produk > 70% dan biaya pencegahan <10% dari total biaya kualitas. Dengan kondisi seperti itu. kesempatan dalam mengurangi biaya kualitas, dengan total memperbaiki Qualify of Conformance (kesesuaian kualitas).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PROSES PEMBUATAN KERAMIK (STUDI KASUS PADA PT. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PROSES PEMBUATAN KERAMIK (STUDI KASUS PADA PT. ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PROSES PEMBUATAN KERAMIK (STUDI KASUS PADA PT. ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PROSES PEMBUATAN KERAMIK (STUDI KASUS PADA PT. ().Teknik Industri:FTI,2004.Text