MODEL OPTIMISASI PERAWATAN MESIN REPARABEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ONGKOS PENALTI
Usher, Kamal dan Syed ( 1998) mengembangkan model minimasi total ongkos keputusan perawatan selama horison perencanaan T . Ongkos yang dipertimbangkan disamping ongkos penggantian dan ongkos perawatan pencegahan juga ongkos perbaikan kerusakan yang diasumsikan linier terhadap intensitas kerusakan mesin. Pendekatan dilakukan dengan membagi T ke dalam n perioda diskrit, yang masing-masing panjangnya T/n. Di setiap akhir perioda, dapat dilakukan tiga altematif tindakan perawatan terhadap mesin yang dapat dipilih yaitu:
a. Do nothing, dalam kasus ini tidak ada rencana untuk memperlakukan apapun terhadap mesin. Kondisi mesin adalah bad as old, dan umur mesin reparabel tidak berubah.
b. Replacement, pada kasus ini sistem mengalami penggantian dan mengakibatkan umur mesin reparabel menjadi nol.
c. Maintenance, mengakibatkan peremajaan umur mesin reparabel dengan suatu improvement factor r.
Dasar pengembangan model yang digunakan pada tugas akhir ini adalah model yang dikembangkan oleh Usher et.al., ( 1998) dengan mempertimbangkan ongkos pengendal dan kualitas terhadap produk yang dihasilkan. Altematif pengambilan keputusan yang digunakan yaitu tetap atau ganti di setiap akbir perioda pemeriksaan. Tujuan tugas akhir ini adalah menentukan model kebijakan di setiap akhir perioda pemeriksaan dengan cara meminimasi total ongkos keputusan dan ongkos penalti. Metoda yang digunakan yaitu integer biner. Besarnya laju kerusakan mesin diasumsikan sama dengan laju kecacatan produk. Ongkos penalti terjadi apabila demand tidak terpenuhi oleh laju produksi akibat adanya produk cacat. Ongkos keputusan dibuat berdasarkan trade-off dari tiga jenis ongkos yang digunakan, yakni ongkos rework, ongkos ganti dan ongkos penalti. Apabila keputusan yang terpilih adalah tetap, maka ongkos yang dikenai adalah ongkos rework untuk memperbaiki produk yang cacat sebanyak ekspektasi laju kerusakan. Sedangkan apabila keputusan yang dipilih adalah ganti, ongkos yang dibebankan yaitu ongkos penggantian mesin ditambah dengan ongkos perbaikan produk cacat sebanyak ekspektasi laju kerusakan. Pembatas pada formulasi integer biner merupakan kenda layang dihadapi sehingga harga-harga variabel keputusan tidak dapat ditentukan secara sembarang. Dalam penelitian ini, pembatas yang digunakan ada tiga jenis yaitu: (1) pembatas yang menyatakan di tahap j=O keputusannya adalah tetap, (2) pembatas yang menyatakan di setiap tahap j hanya terdapat satu pilihan keputusan, dan (3) pembatas yang membatasi keterkaitan suatu keputusan dij dengan keputusan berikutnya di tahap j+ I.
Perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan empat betas set data, berupa pengujian parameter-parameter model. Pengujian set data tersebut dimaksudkan untuk mengamati perilaku-perilaku solusi sehingga dapat diketahui perbedaan variabel keputusan dan solusi optimal yang didapat dari masing-masing set data. Dari pengujian tersebut dapat diketahui bahwa perubahan nilai parameter bentuk /3 dari laju kerusakan yang berdistribusi Weibull akan mempengaruhi solusi yang dihasilkan. Semakin bertambah nilai f3 , maka Laju kerusakan pun akan. semakin naik. Ongkos yang dikenai akan semakin besar seiring dengan pertambahan laju kerusakan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).MODEL OPTIMISASI PERAWATAN MESIN REPARABEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ONGKOS PENALTI ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN MESIN REPARABEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ONGKOS PENALTI ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN MESIN REPARABEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ONGKOS PENALTI ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN MESIN REPARABEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ONGKOS PENALTI ().Teknik Industri:FTI,2004.Text