// <![CDATA[USULAN JADWAL PRODUKSI TRANSFORMER KASUGA DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS (TOC) DJ PT. NIKKATSU ELECTRIC WORKS BANDUNG]]> Ir. Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 2 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Bahtiar P. H Sitinjak / 132000003 Penulis
PT. Nikkotsu Electric Works adalah perusahaan swasta nasional dengan status PMDN (Penanaman Modal Dalarn Negeri). PT. Nikkatsu Electric Works merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat Jistrik dengan aliran produksi bersifat flow shop. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Transformer Kasuga. Permasalahan yang terjadi di lantai produksi adalah menumpuknya Work In Process (WIP) pada beberapa stasiun kerja karena tidak adanya keselarasan dan kelancaran Jaju produksi di tiap stasiun kerja. Ketidakselarasan dan ketidaklancaran laju produksi disebabkan adanya stasiun kerja kritis, karena beban operasi yang tinggi yang terdapat dalarn lantai produksi, sehingga terjadi bottleneck yang mengakibatkan penumpukkan WIP. Untuk menyelesaikan pennasalahan di lantai produksi PT. Nikkotsu Electric Works diperJukan penjadwalan yang dapat menyelesaikan pennasalahan ketidakselarasan dan ketidaklancaran laju produksi yang disebabkan adanya stasiun kerja kritis karena beban operasi yang tinggi, yang mengakibatkan penumpukkan WIP. Metoda penjadwalan dengan pendekatan Theory Of Constraints(TOC) yang dikembangan oleh Halim dan SeJamat (2001) merupakan suatu metoda penjadwalan yang menekankan pada pengelolaan stasiun konstrain, yaitu dengan menemukan stasiun konstrain. meningkatkan performansi dan utilitas dari stasiun konstrain tersebut, serta menjadikan stasiun konstrain tersebut sebagai acuan laju produksi untuk keseluruhan sistem produksi Metoda TOC juga digunakan untuk menentukan altematif pemilihan order yang masuk ke lantai produksi, karena jumlah waktu setup yang semakin kecil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan utilisasi stasiun konstrain. Pada penjadwalan produksi Transform Kasuga ditemukan bahwa stasiun kerja Welding (SK-3) adalah merupakan stasiun train. Untuk menJaga utilitas stasiun kerja konstrain lOO% maka diberikan buffer time. buffer time yang diberikan untuk stasiun kerja Welding (SK-3) sebesar 20.053 jam atau sebesar 0,84 hari. Dari perhitungan yang dilakukan. didapatkan saat release setiap order di stasiun kerja dan juga waktu penyelesaian atau makespan dari tiap order yang dike Penentuan saat release setiap order di stasiun kerja Winding (SK-1) akan menentukan saat order tiba di stasiun konstrain tidak terlalu cepat ataupun tidak terlarnbat, serta menghindari order diselesaikan melebihi due date-nya. Makespan untuk seluruh pengerjaan order dari penjadwalan yang dilakukan sebesar 166,019 jam atau sebesar 6,92 hari.