// <![CDATA[USULAN PENERAPAN METODA POKA-YOKE UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BALLAST TS-220 (Studi kasus di PT. NIKKATSU ELECTRIC WORKS)]]> Prof. Ir. Dr Harsono Taroepratjeka, MSIE. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 JAKA ADI NUR ARlF / 132000023 Penulis
PT. Nikkatsu Electric Works merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik seperti Ballast, Transformer dan Lightning Fixture. Pada saat ini PT Nikkatsu mengalami persaingan yang sangat ketat dengan perusahaan lain yang sejenis khususnya dari segi kualitas produk. Terjaminnya kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan tentu sangat diperlukan, karena kepercayaan konsumen terhadap produk merupakan jaminan kelangsungan hidup perusahaan. Pada proses pembuatan produk Ballast jenis TS-220, masih banyak ditemukan produk cacat yang relatif tinggi. Dengan adanya sejumlah cacat tersebut tentu akan merugikan perusahaan dalam hal waktu, biaya, bahan baku dan tenaga kerja. Oleh karena itu pihak perusahaan menginginkan adanya perbaikan terhadap proses produksi produk ballast untuk meminimasi sejumlah cacat yang terjadi . Untuk membantu pihak perusahaan, maka diperlukan suatu alat pengendalian kualitas yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan alat pengendalian kualitas Poka-Yoke. Poka-Yoke merupakan sebuah alat untuk menghindari kesalahan sederhana yang dilakukan pekerja dalam bekerja, Poka-Yoke digunakan untuk mencapai zero deject, dimana fungsi inspeksi didalam Poka-Yoke adalah untuk mencari dan mencegah kecacatan. Berdasarkan hasil dari analisis diagram pareto, diperoleh jenis cacat basil las jelek (bergumpal) sebagai kriteria yang terpilih untuk digunakan sebagai usulan perbaikan karena terbukti bahwa dari kedelapan jenis cacat yang ada tersebut, bahwa jenis cacat hasil las jelek (bergumpal) akan mengakibatkan presentase kecacatan diatas 80% Beberapa faktor utama yang menyebabkan teijadinya jenis cacat tersebut, yaitu: faktor mesin, faktor manusia, faktor bahan baku, dan faktor lingkungan Usulan perbaikan yang akan dilakukan untuk faktor mesin digunakan 3 komponen Poka-Yoke untuk membantu dalam mengurangi jumlah cacat, yaitu . Pemeriksaan sumber untuk mendeteksi kesalahan sebelum menyebabkan timbulnya sebuah cacat, Pemeriksaan sumber untuk untuk mendeteksi cacat pada saat proses operasi sedang berlangsung, dan tindakan segera untuk menghentikan operasi ketika sebuah kesalahan terdeteksi. Alat bantu dan alat digunakan untuk membantu dalam menerapkan 3 komponen Poka-Yoke, seperti alat bantu Fimer untuk mengingatkan operator untuk segera melakukan pergantian jarum tension tepat pada waktunya, alat pendeteksi temperatur mesin sebagai pengontrol temperatur pada mesin apabila 1 melebihi temperatur maximumnya, alat bantu Tachometer untuk mendeteksi kecepatan pada rotor, alat identifikasi Photo Electic sensors (sensor fotolistrik) untuk mendeteksi cacat pada saat operasi berlangsung, dan tombol tekan stop dan start untuk menghentikan mesin secara tiba-tiba. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk faktor manusia, yaitu: alat bantu jangka sorong untuk membantu operator dalam melakukan pengukuran jarak Jarum Tension, alat bantu Locator pin untuk memudahkan operator dalam melakukan penyetingan terhadap benda kerja, memberikan waktu istirahat yang cukup untuk sore hari untuk memulihkan keletihan (fatique) yang terjadi pada operator, penggunaan kacamata pelindung anti silau pada saat proses produksi berlangsung, dan mengadakan pelatihan rutin bagi operator untuk peningkatan kedisiplinan dan keterampilan operator. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk faktor bahan baku, yaitu: pemeriksaan secara rutin terhadap bahan baku dan produk setengah jadj untuk untuk mencegah terjadinya kesalahan benda kerja yang akan diproses, pemeriksaan 100 % pada saat pembelian bahan baku memperketat pemeriksaan mengenai masalah kualitas bahan baku. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk faktor lingkungan, yaitu: membuat lebih banyak lubang ventilasi pada lantai produksi untuk mengurangi suhu lingkungan yang cenderung panas disekitar lingkungan stasiun keija welding, membuat peraturan untuk selalu menggunakan alat keselamatan kerja pada operator, seperti penggunaan kacamata pelindung anti silau dan penggunaan alat penutup telinga anti noise pada saat proses produksi berlangsung.