// <![CDATA[PERANCANGAN STASIUN KERJA KRITIS DI DEPARTEMEN PENGECORAN UNTUK MEMINIMASI CEDERA MUSCULOSKELETAL PEKERJA]]> 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 2 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 Whimba Yoga Perdana / 132000030 Penulis
PT. Nikkatsu Electric Works adalab salah satu industri manufaktur yang memproduksi alat-alat elektronik. Divisi ballast ekspor merupakan divisi dengan produk ballast untuk kebutuban ekspor yang memiliki tingkat aktivitas produksi tertinggi dibandingkan divisi lain yaitu rata-rata menghasilkan 25% dari kapasitas total produksi perusahaan. Tingginya aktivitas produksi dengan pekerja manual mengindikasikan resiko cedera musculoskeletal yang besar ditambah faktor unsafe condition yang termasuk ke dalam aspek ergonomi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya keluhan dari para pekerja pada bagian tubuhnya seperti pergelangan tangan, Ieber, punggung, pinggang, lutut dan betis yang sering mengalami rasa sakit. Rasa sakit tersebut diakibatkan oleh fasilitas kerja yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh operator, dan cara kerja yang salah yang memberikan dampak ketidaknyamanan pada operator dalam bekerja. Salah satu departemen yang berpotensi ontuk terjadinya resiko cedera tersebut adalah departemen pengecoran. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka diperlukan suatu perancangan stasiun kerja yang ergonomis untuk memperbaiki cara kerja dan posisi kerja agar dapat memberikan rasa nyaman pada operator saat menjalankan pekerjaannya. Dalam perancangan fasilitas kerja yang ergonomis digunakan pendekatan secara antropometri yang berhubungan dengan pengukuran tubuh sehingga dapat sesuai dengan pemakainya sedangkan untuk mengevaluasi postur, gaya dan aktivitas otot pada operator di lantai produksi digunakan metoda RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dimana data yang digunakan berdasarkan gerakan tubuh operator pada saat bekerja. Pada awal penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan menyebarkan kuesioner tersebut kepada para operator di divisi ballast ekspor. Kuesioner yang dibagikan kepada para operator bertujuan untuk mengetahui sejauh mana gangguan musculoskeletal terjadi di lantai produksi. Perancangan stasiun kerja yang dilakukan pada departemen pengecoran meliputi: • Perancangan ulang terhadap panjang meja konveyor dan tinggi meja konveyor. Penambaban panjang sebesar 418 em memberikan dampak terhadap batas daerah kerja normal untuk I orang operator. Pengurangan tinggi meja sebesar 25,5 em memberikan dampak terhadap perubahan postur tubuh pekerja pada saat bekerja. • Perancangan ulang terhadap bentuk ftsik dari gelas larutan cor, dengan menambahkan handle dan memberikan grip pada handle. Selain itu menambahkan knop pada handle dan menambahkan k/ep pada permukaan bawah gelas larutan cor. Setelah dilakukan perancangan kemudian di evaluasi kembali dengan menggunakan RULA. Nilai RULA sebelum dan sesudah perbaikan di departemen pengecoran dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel Rekapitulasi Nilai RULA Nilai RULA Nilai RULA No Stasiun Kerja sebelum setelah perbaikan perbaikan Keterangan Kanan Kiri Kanan Kiri Nilai 3 (tubuh bagian kanan) mengindikasikan dibutuhkan penelitian terhadap postur tubuh pekerja dan dilakukan I Pengisian Laruan cor 4 4 3 3 perbaikan jika diperlukan. Nilai 3 (tubub bagian kiri) mengindikasikan dibutuhkan penelitian terhadap postur tubuh pekerja dan dilakukan perbaikan jika diperlukan.