// <![CDATA[Usulan Perbaikan Stasiun Kerja Pada Lintasan Kerja Produk Celana Jeans Dengan Pendekatan Antropometri dan Fisiologi]]> 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Hendro Sulistio Rosianto / 132000044 Penulis
PD. Warung Jeans adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang konveksi. Produk yang dihasilkan berupa cclana Jeans. Pembuatan satu produk Jeans melewati bcberapa proses. mulai dari memola, menjahit, mengobras, dan membartck sampai mcnjadi satu bagian pakaian. Tahap berikutnya pakaian tersebut disetrika schingga pakaian yang dihasilkan rapih, dan diberikan kepada konsumennya. Berdasarkan hasil pengamatan, stasiun kerja pola, stasiun kerja jahit, stasiun keJa obras. stasiun kerja bartck, dan stasiun kerja setrika merupakan stasiun kerja di Warung Jeans dengan fasilitas kerja dan kondisi lingkungan kerja yang belum nyaman. Ketidaknyamanan ini membuat operator sering mengeluhkan rasa sakit dan pegal di bagian tubuh. rnisalnya : pada stasiun kerja setrika, ketidaknyamanan tcrjadi dikarenakan meja kerja yang digunakan bukan diperuntukkan untuk kerja dalam posisi berdiri akan tetapi diperuntukkan untuk posisi kerja duduk schingga operator SK. pola sering mengeluhkan rasa sakit pada bagian pungung, leher, dan bahu. Ketidaknyamanan scperti ini akan mempengaruhi hasil kerja para operator yang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut. untuk mcngurangi dampak keluhan yang dialami oleh operator maka perlu dilakukan perbaikan stasiun kerja agar efisien. nyaman, aman. sehat, dan efektif (ENASE). Perbaikan yang dilakukan menggunakan pendekatan ergonomi yang dilihat dari segi antropometri dimensi manusia dan pendekatan fisiologi serta lingkungan fisik yang mendukung terhadap kinerja operator sehtngga dapat bekerja dengan nyaman Dari aspek lingkungan fisik yaitu faktor pencahayaan pada ruang belakang yang ditempati oleh SK. Setrika temyata masih memiliki kekurangan yaitu pada aspek pencahayaan. maka pada ruang tersebut dilakukan perbaikan berupa pemilihan lampu berdasarkan luas ruang kerjanya yaitu dengan cara mcnggunakan lampu fluorescent 20 watt. Adanya usulan perbaikan terhadap fasilitas dan penambahan fasilitas kerja di setiap stasiun kerja maka akan berdampak terhadap kebutuhan luas lantai produksinya sehingga perlu adanya perluasan dari luas lantai produksinya. Hal ini dilakukan agar terciptanya kondisi ergonomis bagi para pekerja dalam bekcrja yaitu kondisi yang efisien, nyaman, arnan, sehat dan efektif (ENASE).