// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TINGGI MENGGUNAKAN METODE STUDENT SATISFACTION INVENTORY]]> Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, MSIE, Ph.D) Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 SATRIO MATIN UTOMO / 132000059 Penulis
Universitas X sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bandung berusaha meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang selama ini diberikan terhadap mahasiswanya. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai salah satu bentuk usaha agar tetap bersaing dengan pesaing lainnya. Universitas X harus terlebih dahulu melakukan pengukuran terhadap kualitas pelayanan untuk mengetahui pelayanan-pelayanan apa saja yang mempengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan mahasiswa. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kualitas pelayanan pendidikan tinggi adalah SSI yang dikembangkan oleh USA Group, Noel-Levits (2003). Noel-Levits menyatakan bahwa kualitas pelayanan pendidikan tinggi dapat dievaluasi ke dalam 12 dimensi yaitu academic advising effectiveness, campus climate, campus life, campus support service, concern for the individual. instructional effectiveness, recruitment and financial aid effectiveness, registration effectiveness, campus safety and security, service excellence, responsiveness to diverse population, dan student centeredness. Pada penelitian ini dimensi responsiveness to diverse population tidak diturunkan menjadi variabel penelitian karena tidak sesuai dengan kondisi pelayanan Universitas X. Dalam menurunkan variabel-variabel penelitian, 11 dimensi yang terdapat pada SSI disesuaikan dengan kondisi pelayanan yang diberikan oleh Universitas X. ada penelitian ini dilakukan penerapan konsep lmportance-Performace Matrix dan perhitungan nilai rata-rata ketidakpuasan terbobot untuk mengetahui prioritas perbaikan utama setiap jurusan. Perhitungan jumlah rata-rata ketidakpuasan terbobot dari keseluruhan jurusan dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberi usulan perbaikan terhadap kualitas pelayanan Universitas X. Kemudian dilakukan perbandingan dengan kualitas pelayanan di Universitas Y agar dapat diketahui secara umum lnstalasi dari pelayanan yang diberikan oleh kedua universitas tersebut. Secara umum variabel-variabel pelayanan dirasakan penting (berada diatas nilai 3) dan puas (berada diatas nilai 3) oleh mahasiswa universitas X, hal tersebut menunjukkan bahwa kinerjanya sudah bagus sehingga yang harus dilakukan adalah mempertahankan kualitasnya agar image positif mahasiswa terhadap pelayanan Universitas X tetap terjaga. Berdasarkan hasil Important-Perjormance Matrix dan perhitungan nilai rata-rata ketidakpuasan terbobot dari setiap jurusan di Universitas X didapatkan 3 urutan prioritas perbaikan utama yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Usulan perbaikan bagi setiap jurusan tidak diberikan dalam penelitian ini dengan pertimbangan dari kebijaksanaan yang diberikan oleh masing-masing jurusan. Dari basil perhitungan jumlah rata-rata ketidakpuasan terbobot untuk keseluruhan jurusan, maka didapatkan 3 variabel pelayanan yang dirasakan kurang puas oleh mahasiswa Variabel-variabel pelayanan tersebut menjadi prioritas perbaikan utama bagi Universitas X. Pelayanan-pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan utama bagi Universitas X adalah variabel 71 (pelayanan mengenai penghargaan bagi mahasiswa berprestasi), variabel 9 (pelayanan mengenai keamanan lingkungan kampus), dan variabel 68 (pelayanan mengenai keamanan dan ketertiban area parkir mahasiswa).