USULAN PERBAIKAN USAHA BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN INDRAMAYU
Penelitian ini mengusulkan perbaikan usaha budidaya udang di Kabupaten Indramayu, karena budidaya di daerah ini masih menunjukkan proses yang harus diperbaiki, seperti:
rendahnya sumber daya manusia, sulitnya permodalan, pengendalian penyakit, dll. Faktor-faktor yang digunakan diambil dari Atomsa dan Sjamsuar, faktor tersebut adalah bahan baku, sumber daya manusia, keuangan, teknologi, pemasaran, pembinaan dan lingkungan. Setiap faktor memiliki sub faktor. Faktor dan sub faktor diberi bobot dengan metoda
Analityc Hierarchy Process untuk menentukan prioritas perbaikan. Ketua kelompok tambak disetiap kecamatan dan sub Dinas Perikanan dijadikan sebagai responden. Setelah mendapatkan urutan bobot prioritas baik dari Dinas Perikanan dan petambak diambil tiga urutan teratas baik faktor dan sub faktor untuk diperbaiki dengan menggunakan metoda New Seven Tools, yaitu:
• Bahan baku: Ketersediaan, kuantitas Gumlah), mutu, dan harga
• Sumber Daya Manusia: Pengetahuan dan pengalaman, kualifikasi, dan kemudahanpengadaan
• Keuangan: Perencanaan dan pengendalian, persyaratan pinjaman, dan bunga pinjaman
Ada usulan perbaikan untuk tambak, yaitu:
Supplier Modal Tenaga kerja Minat calon tenaga kerja Usulan Perbaikan
Petambak dapat membentuk suatu perkumpulan yang teroganis untuk memproduksi bahan baku sendiri, petambak dapat mengoplos pakan dengan pakan alami seperti ikan asin, keon
mas, dan kepiting kecil atau petambak dapat mencari supplier bin keluar daerah.
1. Untuk menambah volume/ kapasitas produksi maka petambak dapat mencari bahan-bahan, dengan mencari alternatif sumber dana.
2. Untuk mendapatkan alternatif sumber dana petambak dapat menjadi anggota koperasi simpan pinjam atau mencari bapak angkat dengan bertanya ke sesama petambak atau
Dinas Perikanan.
1. Untuk meningkatkan sumber daya manusia maka petambak dapat mengusulkan kepada koperasi atau pemerintah untuk lebih sering mengadakan penyuluhan dan pelatihan, melakukan studi banding, atau mengadakan Iomba antar kelompok tani
2. Untuk melakukan monitoring mutu petambak menambah jumlah karyawannya.
3.Peningkatan pengetahuan tentang pembukuan, petambak dapat mengusulkan ke koperasi dan pemerintah tentang diadakannya pelatihan keuangan, terutama tentang laporan laba-rugi dan sedikit cash flow agar petambak dapat memprediksi modal, dapat menghitung sendiri kekayaan yang dimilikinya untuk jaminan lembaga keuangan, juga dapat dijadikan sebagai dan keputusan untuk kelangsungan usahanya atau membaca buku-buku tentang pembukuan dan belajar secara otodidak.
Untuk menarik minat calon tenaga kerja petambak dapat mengganti sistem pembayaran dari persenan ke bulanan,
petambak dapat menyekat-nyekat area tambaknya hingga panen udang dapat berlangsung terus menerus, atau petambak dapa
mengganti sistem sederhana ke madya dengan mencari alternatif sumber dana.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).USULAN PERBAIKAN USAHA BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN INDRAMAYU ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN USAHA BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN INDRAMAYU ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN USAHA BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN INDRAMAYU ().Teknik Industri:FTI,2006.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN USAHA BUDIDAYA UDANG DI KABUPATEN INDRAMAYU ().Teknik Industri:FTI,2006.Text