// <![CDATA[PERANCANGAN MEJA DAN KURSI BELAJAR DITINJAU DAR! ASPEK ERGONOMI]]> Ir. Susy Susanty, MT. Dosen Pembimbing 2 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 R. Nenden Chandra Dewi W.S.R / 132000197 Penulis
Dalam melakukan kegiatan belajar teijadi interaksi antar pengguna dengan meja belajar, misalnya interaksi pengguna dengan komputer, peralatan tulis, buku-buku, sehingga dibutuhkan kedekatan antar fasilitas tersebut untuk memudahkan kegiatan proses belajar. Pada umumnya meja dan kursi belajar yang ada sekarang ini tidak memperhatikan kedekatan antar fasilitas tersebut. Hal ini mengakibatkan kurang efisiennya kegiatan belajar karena mereka barus berpindah tempat pada saat akan berinteraksi dengan fasilitas tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan kursi dan meja belajar yang mampu mengakomodasikan fasilitas tersebut untuk meminimasi kelelaban dan meningkatkan efisiensi penggunaan meja bela jar. Proses evaluasi yang digunakan adalah Niebel Checklist dan Visual Display Terminal (VDT) Checklist untuk mengidentifikasi penggunaan fasilitas belajar sehingga didapatkan hasil rancangan yang sesuai dengan kebutuban anak-anak. Niebel Checklist rnerupakan metode untuk melakukan pengukuran rancangan berdasarkan tingkat keluhan yang dirasakan pekerja dan tingkat kebutuhan dari masing-masing pekerjaan. Visual Display Terminal (VDT) Checklist merupakan kajian khusus dalam bidang ergonomi untuk display komputer. Pada kajian khusus VDT akan diketahui permasalahan mengenai potensial ergonomi yang mencakup masalah visual, efek dari posisi duduk, masalah radiasi, dan efek pemakaian komputer atas kepuasan kerja Tingkat proporsi penggunaan meja dan kursi belajar lebih besar dari 50% sehingga perlu diidentifikasi, sedangkan lebih kecil dari 50% di abaikan. Berdasarkan identifikasi penggunaan meja dan kursi belajar dapat disimpulkan, bahwa penggunaan fasilitas belajar pada saat kegiatan belajar dapat menimbulkan kelelahan yang juga dipicu oleb rancangan meja belajar menimbulkan ketidaknyamanan pengguna. Untuk menterjemahkan kebutuhan pengguna, maka rancangan yang dibuat perlu mempertimbangkan Technical Response sehingga dapat diketahui rancangan untuk menanggapi keluhan yang dirasakan. Sebagai bahan perancangan dilakukan penerapan konsep matrik prioritas untuk mengetabui altematif solusi rancangan yang dapat meminimasi keluhan. Berdasarkan hasil dari matrik prioritas didapatkan tingkat prioritas keluhan berdasarkan penggunaan rneja dan kursi belajar yang pertama yaitu merasakan sakit punggung maka rancangan yang perlu dibuat adalah rancangan kursi dan tingkat prioritas kedua yaitu merasakan sakit otot leher maka rancangan yang perlu dibuat adalah meja belajar yang dapat mengakomodasikan fasilitas belajar yang ergonomis. Sedangkan basil dari matrik prioritas didapatkan tingkat prioritas perancangao berdasarkan technical response yang pertama yaitu peletakkan mouse dan tingkat prioritas kedua yaitu peletakkan keyboard.