// <![CDATA[ANALISIS KELAYAKAN PABRIK PENGOLAHAN LIMBAH DAN DAUR ULANG SAMPAH (STUDI KASUS DI PEMERINATHAN KOTAMADYA TANGERANG)]]> Alex Saleh, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0405097701 - Dwi Kurniawan S.T, M.T. Dosen Pembimbing 2 Fachry Hasan/13-2002-064 Penulis
Permasalahan sampah perkotaan merupakan pennasalahan klasik yang dihadapi oleh hampir semua kota besar yang ada di Indonesia. Permasalahan ini dirasakan pula oleh Pemerintah Kotamadya Tangerang. Untuk mengatasi masalah sampah perkotaan, Deputi V Kementrian Lingkungan Hidup dalam Rancangan Undang-Undang Persampahan menegaskan bahwa perlu adanya campur tangan pihak swasta yang direalisasikan kedalam pembangunan pabrik pengolahan limbah dan daur ulang sampah terpadu. Tentu saja pembangunan pabrik ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit, sehingga diperlukan sebuah analisis kelayakan pabrik pengolahan limbah dan daur ulang sampah. Pada penelitian ini ditinjau 5 buah aspek analisis kelayakan pabrik yaitu aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek legal, aspek lingkungan dan aspek finansial. Pada analisis aspek pasar akan dilihat supply dan demand nasional dari seluruh produk yang akan dihasilkan melalui proses daur ulang. Kemudian pada aspek teknis dan operasional dilakukan analisis pemilihan sistem produksi yang terbaik serta dilakukan analisis jumlah kebutuhan tenaga kerja. Sedangkan tinjauan aspek legal, dilakukan pencarian informasi mengenai perizinan serta aturan yang berlaku di Pemerintah dalam upaya merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan limbah dan daur ulang sampah. Pada aspek lingkungan dianalisis mengenai demografi kependudukan serta rencana pembangunan kotamadya Tangerang pada 25 tahun yang akan datang. Dan aspek finansial dilakukan penilaian kelayakan suatu usaha dengan menggunakan metode Net Present Value, Internal Rate o[Relurn dan analisis Payback Periode. Dari hasil pengolahan data diperoleh infonnasi pennintaan barang yang belum dapat terpenuhi secara nasional berada pada kisaran angka sampai dengan 60%. Pada aspek teknis dan operasional disimpulkan sistem produksi yang akan digunakan serta jumlah kebutuhan tenaga kerja sebesar 2.239 orang. Untuk aspek legal dan aspek lingkungan diperoleh bentukan perusahaan yang akan didirikan serta penentuan lokasi terbaik bagi pembangunan pabrik pengolahan limbah dan daur ulang sampah. Dari hasil tinjauan analisis aspek finansial dengan total modal pembangunan dan modal kerja sebesar Rp. 897,1 milyar diperoleh nilai Net Present Value sebesar Rp. 12,5 trilyun, nilai Internal Rate of Return sebesar 141,54% dan Payback Periode adalah 10 bulan setelah pabrik ini beroperasi. Berdasarkan perhitungan analisis sensitivitas diperoleh maksimum penurunan pendapatan yang mengakibatkan pabrik Pengolahan limbah dan daur ulang sampah menjadi tidak layak untuk dilaksanakan adalah sebesar 86,58% dari total proyeksi pendapatan. Sedangkan kenaikan biaya produksi maksimum yang mengakibatkan pabrik pengolahan limbah dan daur ulang sampah menjadi tidak layak untuk dilaksanakan adalah sebesar 139,73%.