// <![CDATA[USULAN RANCANGAN HUBUNGAN PENJUAL BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN SUPPLY CHAIN (Studi Kasus di PT. Fit-U Garmen Industry)]]> 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 0415016301 - Abu Bakar Ir.,MM. Dosen Pembimbing 1 Armijn Navaro/13-2000-252 Penulis
Suatu perusahaan manufaktur yang memutuskan untuk membeli bahan baku dibandingkan membuatnya harus dapat mengelola fungsi pembelian dengan penjual atau pemasok (Render & Heizer 200 I, h. 420). PT. Fit-U Garment Industry merupakan salah satu perusahaan manufaktur di bidang industri pakaian jadi yang memutuskan untuk membeli seluruh item bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi selama ini PT. Fit-U Gannent industry tidak pemah melakukan evaluasi atas kinerja penjualnya dan tidak memiliki metoda khusus dalam melakukan pemilihan (sourcing) penjual, yang mengakibatkan kerugian-kerugian seperti keterlambatan pengiriman barang, kesalahan pemesanan barang, dan ketidakramahan penjual dalam melayani pembelinya sering terjadi, serta harga barang dan jumlah minimal pemesanan. Oleh karena itu, PT. Fit-U Garment industry memerlukan hubungan penjual yang sempurna melalui analisis hubungan penjual, yang dimulai dari evaluasi penjual, pengembangan penjual, dan strategi negosiasi, dengan menggunakan pendekatan manajemen supply chain. Metoda analisis yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Hubungan Penjual. Variabel penelitian yang digunakan dalam peroses penyusunan hirarki untuk menentukan bobot kriteria dalam memilih penjual potensial adalah variabel harga, mutu, dan Layanan (lndrajit & Djokopranoto. 2002) dan variabel komunikasi dan infonnasi ((Bloomberg,1996 dalam Sutannan & Pumomo, 2003), sedangkan responden yang melakukan penyusunan hirarki dan pengisian kuesioner AHP adalah orang-orang yang expert mengenai hubungan dengan penjual. Penyusunan hirarki untuk menentukan bobot kriteria dalam memilih penjual potensial dilakukan berdasarkan variabel yang telah diidentifikasi. Hasil perhitungan bobot kriteria dalam memilih penjual potensial adalah sebagai berikut: Evaluasi penjual dilakukan setelah didapatkan bobot kriteria dalam memilih penjual potensial. Penjual yang terpilih dari hasil evaluasi penjual adalah PT. Tokai Indonesia Selanjutnya pengembangan penjual yang dilakukan adalah melakukan kesepakatan mengenai perubahan pesanan, pengiriman Quality Control Team, memberikan jadwal produksi, memasok katalog terbaru, melakukan kesepakatan mengenai sistem pembayaran, pemesanan kain dengan kelipatan I 00 m, dan mengadakan diskusi dalam bidang supply chain. Hal terakhir yang dilakukan adalah pemilihan strategi negosiasi dengan PT. Tokai Indonesia. Strategi negosiasi yang terpilih adalah model harga berdasarkan biaya (cost-based price model), karena sesuai dengan kondisi yang ada di PT. Fit-U Garment lndustry dan PT. Tokai Indonesia.